Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Hasil Belajar Instalasi Motor Listrik Karena Perlakuan Model Challenge Based Learning Dibandingkan Model Problem Based Learning Pada Siswa Kelas XI Progam Keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kab. Malang

Dhenok Larasati

Abstrak


ABSTRAK

 

Dari hasil pengamatan pada proses pembelajaran di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegimata pelajaran instalasi motor listrik diketahui bahwa pembelajaran masih terpusat pada guru. Siswa juga cenderung kurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal tersebut mempengaruhi hasil belajar siswa. Salah satu cara agar hasil belajar siswa pada mata pelajaran instalasi motor listrik adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang membuat siswa antusias dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran yang dapat terapkan yaitu model Challenge Based Learningdan model Problem Based Learning.Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan hasil belajar siswa karena perlakuan model Challenge Based Learning, (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa karena perlakuan model Problem Based Learning, (3) mengetahui perbedaan pada hasil belajar ranah pengetahuan karena perlakuan model Challenge Based Learning dibandingkan model Problem Based Learning, dan (4) mengetahui perbedaan pada hasil belajar ranah keterampilan karena perlakuan model Challenge Based Learning dibandingkan model Problem Based Learning.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experimental Design dengan desain Pretest-Posttest. Teknik sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling.Pada penelitian ini ada dua kelas yang diteliti atau diterapkan perlakuan yaitu kelas A dan kelas B. Penerapan perlakuan pada kelas A dan kelas B adalah sama mengenai materi ajar, waktu, tujuan pembelajaran dan media yang digunakan. Perbedaan hanya pada penerapan model yang digunakan. Pada kelas A menggunakan model Challenge Based Learningdan kelas B menggunakan model Problem Based Learning. Sebelum diberi perlakuan kemampuan awal siswa di uji kesamaan dua rata-rata menggunakan uji-t dan uji prasyarat analisis dengan bantuan Software SPSS 21.0 . Setelah dilakukan diberi perlakuan kedua kelas akan dibandingkan dan dicari tingkat signifikansinya. Analisis perbedaan dilakukan menggunakan uji-t dengan bantuan Software SPSS 21.0Independent Sample T-Test..

Hasil belajar pengetahuan kelas A memperoleh nilai rata-rata 85,86 sedangkan pada kelas B sebesar 80. Pada kelas A hasil belajar keterampilan memperoleh nilai rata-rata sebesar 90,15 sedangkan pada kelas B sebesar 84,31. Hasil uji normalitas pada data hasil belajar siswa kelas A dan B menunjukkan nilai Sig.> 0,05. Sehingga data hasil belajar siswa dinyatakan terdistribusi normal. Hasil uji homogenitas pada data hasil belajar kelas A dan B menunjukkan nilai Sig.> 0,05. Sehingga data hasil belajar siswa dinyatakan homogen.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa: (1) hasil belajar ranah pengetahuan pada kelas A lebih tinggi daripada hasil belajar pada kelas B, (2) hasil belajar ranah keterampilan pada kelas A lebih tinggi daripada hasil belajar pada kelas B, (3) terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar ranah pengetahuan kelas A karena perlakuan model Challenge Based Learning dibanding kelas B karena perlakuan model Problem Based Learning, dan (4) terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar ranah keterampilan kelas A karena perlakuan model Challenge Based Learning dibanding kelas B karena perlakuan model Problem Based Learning