Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Penerapan Model Challenge Based Learning Dibandingkan dengan Problem Based Learning dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Pemrograman Web dan Mobile Siswa Kelas X Rekayasa Perangkat Lunak Di SMK PGRI 3 Malang.

Marisa Anatama Listiyana

Abstrak


ABSTRAK

 

Penelitian  eksperimen ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ada pada siswa kelas X Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di SMK PGRI 3 Malang. Permasalahan yang terjadi, yaitu kurangnya minat belajar siswa, siswa kesulitan dalam memahami materi, nilai yang diperoleh siswa masih rendah dan dibawah standar, kurangnya waktu belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu adanya eksperimen perbandingan model pembelajaran yang inovatif seperti, Challenge Based Learning dan Problem Based Learning. Tujuan utama penelitian ini adalah referensi pembelajaaran inovatif yang dapat meningkatkan minat belajar siswa dan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa khususnya ranah kognitif dan psikomotorik.

Metode penelitian ini menggunakan eksperimental semu (Quasi eksperiment research) dengan desain “post-test only design”.  Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa X RPL A sebagai kelompok eksperimen A dan siswa X RPL B sebagai kelompok eksperimen B. Kelompok eksperimen A diberi perlakuan model pembelajaran Challenge Based Learning sedangkan kelompok eksperimen B diberi perlakuan model pembelajaran Problem Based Learning. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan post-test.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata post test setelah diberi perlakuan model Challenge Based Learning adalah 83,83 untuk kelompok A dengan ketuntasan 100%. Sedangkan, kelompok B  setelah diberi perlakuan Problem Based Learning mendapatkan nilai rata-rata 74,56 dengan ketuntasan 60,8%. Dari kedua model yang sudah diterapkan, terdapat peningkatan nilai hasil belajar ranah kognitif dari nilai kemampuan awal siswa. Kemudian, data nilai rata-rata hasil belajar ranah psikomotorik kelompok A adalah 87,35, sedangkan kelompok B adalah 82,91. Uji perbedaan rata-rata hasil belajar siswa ranah kognitif menggunakan metode Independent T-Test menghasilkan nilai 0,00 yang berarti kurang dari 0,05. Begitu pun dengan perbedaan rerata hasil belajar ranah psikomotorik menghasilkan nilai 0,01 berarti kurang dari 0,05.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran Challenge Based Learning dan Problem Based Learning pada ranah kognitif dan psikomotorik. Dan menurut hasil perbedaan kedua model tersebut, model Challenge Based Learning lebih unggul dari hasil belajar ranah kognitif serta psikomotorik.