Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Hasil Belajar Pemrograman Dasar Karena Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Dibandingkan dengan Creative Problem Solving (CPS) Berbantuan Handout Pada Siswa Kelas X Multimedia (MM) di SMK Negeri 11 Malang

Musfirati Khasanah

Abstrak


ABSTRAK

 

Khasanah, Musfirati. 2017. Perbedaan Hasil Belajar Pemrograman Dasar karena Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Dibandingkan dengan Creative Problem Solving (CPS) Berbantuan Handout pada Siswa Kelas X Multimedia (MM) di SMK Negeri 11 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Setiadi Cahyono Putro.M.Pd., M.T.(2) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T.

 

Kata Kunci   : Group Investigation, Creative Problem Solving, Hasil.

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan permasalahan yang dihadapi siswa ketika proses pembelajaran Pemrograman Dasar berlangsung. Permasalahan tersebut meliputi kurangnya ketertarikan siswa dalam memahami materi, keaktifan siswa dalam berpendapat, ketarmpilan siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan kurang optimal, beberapa kelompok tidak mengerjakan tugas atau terlambat mengerjakan tugas, dan nilai UTS yang hampir 50% kelas tidak melampaui KKM. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam ranah kognitif dan psikomotorik dengan menerapkan model Group Investigation dan Creative Problem Solving berbantuan handout. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan hasil belajar ranah kognitif dan ranah psikomotorik diantara kedua model tersebut, sehingga diperoleh hasil yang maksimal dalam melakukan pembelajaran Pemrograman Dasar.

Model pembelajaran Group Investigation merupakan model pembelajaran yang menekankan kerjasama antar siswa dalam menginvestigasi suatu permasalahan. Model pembelajaran Creative Problem Solving merupakan model pembelajaran dengan menekankan kerjasama antar siswa dalam memecahkan suatu permasalahan didasarkan pada keterampilan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen model quasi eksperimental yaitu pretest posttest dengan pendekatan kuantitatif. Kelas eksperimen yang akan diteliti sebagai sampel yaitu kelas X MM 1 dan X MM 2. Variabel yang diukur pada kedua kelas adalah hasil belajar ranah kognitif dan ranah psikomotorik. Kelas X MM 1 berjumlah 33 siswa diberi perlakuan model pembelajaran Group Investigationberbantuan handout. Kelas X MM 2 berjumlah 32 siswa diberi perlakuan model pembelajaran Creative Problem Solvingberbantuan handout. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan soal pilihan ganda. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis.

Hasil dari penelitian ini diperoleh (1)rata-rata hasil belajar kelas X MM 1 dalam ranah kognitif sebesar 70,303 dan ranah psikomotorik sebesar 70,303, sedangkan rata-rata hasil belajar kelas X MM 2 dalam ranah kognitif sebesar 79,375 dan ranah psikomotorik sebesar 77,031 (2)Hasil uji t dalam ranah kognitif dengan menerapkan model pembelajaran Group Investigation dan Creative Problem Solving sebesar 0,028, karena 0,028 < 0,05 maka terdapat perbedaan dalam ranah kognitif diantara keduanya. Hasil uji t dalam ranah psikomotorik dengan menerapkan model pembelajaran Group Investigation sebesar 0,046 dan Creative Problem Solving sebesar 0,045. Berdasarkan hasil tersebut, 0,046 < 0,05 dan 0,045 < 0,05 maka terdapat perbedaan dalam ranah psikomotorik diantara keduanya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) penelitian terhadap hasil belajar dalam ranah kognitif dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation diperoleh nilai tertinggi sebesar 100, nilai terendah sebesar 40 dan nilai rata-rata sebesar 70,303 (2) penelitian terhadap hasil belajar dalam ranah kognitif dengan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving diperoleh nilai tertinggi sebesar 100, nilai terendah sebesar 40, dan nilai rata-rata sebesar 79,375 (3) penelitian terhadap hasil belajar dalam ranah psikomotorik dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation diperoleh nilai tertinggi sebesar 95, nilai terendah sebesar 50 dan nilai rata-rata sebesar 70,303 (4) penelitian terhadap hasil belajar dalam ranah psikomotorik dengan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving diperoleh nilai tertinggi sebesar 95, nilai terendah sebesar 50, dan nilai rata-rata sebesar 77,031 (5) Hasil yang diperoleh dari model pembelajaran Group Investigation adalah 0,028 dan hasil dari model pembelajaran Creative Problem Solving adalah 0,028 (6) Hasil yang diperoleh dari model pembelajaran Group Investigation adalah 0,046 dan hasil dari model pembelajaran Creative Problem Solving adalah 0,045.