Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS GANGGUAN KESEHATAN MENTAL PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 2 MALANG

CHRISTIANUS KOPON LUSI

Abstrak


ABSTRAK

 

Kopon Lusi, Christianus.2012: Pengembangan Sistem Pakar Untuk Mendiagnosis Gangguan Kesehatan Mental Peserta Didik di SMA Negeri 2 Malang. skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T (II) Muhammad Jauharul Fuady, S.T., M.T.

 

Kata Kunci :Sistem Pakar, SIPATAL, Diagnosa, Gangguan Kesehatan Mental

Kesehatan mental memiliki pengaruh terhadap bidang pendidikan. Tingkah laku belajar yang baik didorong oleh mental yang berada dalam kondisi yang sehat, baik atau normal. Kenyataan di SMA Negeri 2 Malang belum ada teknologi informasi untuk mengolah gejala-gejala gangguan kesehatan mental  peserta didik. Selama ini konselor atau guru Bimbingan Konseling  hanya menggunakan cara manual, yakni menyebarkan daftar cek gangguan kesehatan mental, dikumpulkan dan diolah, dan dikomunikasikan  secara manual.

Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pakar untuk mendiagnosis gangguan kesehatan mental (SIPATAL). Melalui sistem ini,guru BK dapat memanipulasi data penyakit, gejala, serta solusi, selain itu guru BK dapat berinteraksi dengan peserta didik melalui fitur pesan.

Dalam penelitian ini, kami menerapkanmodel  pengembangan Waterfall dengan tahap: requirements definition, (kebutuhan sistem), system and software design (desain sistem dan perangkat lunak), implementation and unit testing (implementasi dan pengujian unit), integration and system testing (integrasi dan pengujian sistem), operation and maintenance (operasi dan pemeliharaan).

Produk yang telah dihasilkan berikutnya dilakukan pengujian atau validasi. Jenis validasi yang ditempuh adalah uji ahli (expert judgement) yang terdiri dari ahli sistem dan pakar materi gangguan kesehatan mental. Ahli sistem menyatakan bahwa valid dengan nilai 97,81%, di sini ahli sistem adalah Guru TI di SMAN 2 Malang yaitu bapak Nurul Firdhaus, S.Kom danpakar materi menyatakan bahwa valid dengan nilai89,45%, di sini pakar materi adalah dosen bimbingan konseling yang mengampu matakuliah kesehatan mental di Universitas Negeri Malang, Dra. Heny Indreswari,M.Pd. Setelah dinyatakan valid oleh kedua ahli tersebut barulah diadakan uji coba pada calon pengguna yakni konselor sekolah atau guru BK dan siswa. Siswa menyatakan 93,3% valid dan guru BK menyatakan 95,36%valid.