Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Kompetensi Guru dan Fasilitas Laboratorium Terhadap Hasil Belaja TIK Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Malang

Gita Rehuellah Suherman

Abstrak


ABSTRAK

 

Suherman, Gita Rehuellah. 2012. Hubungan Kompetensi Guru dan Fasilitas Laboratorium Terhadap Hasil Belajar TIK Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Malang.Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Informatika,  Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T ., (II) Ahmad Fahmi, S.T, M.T

 

Kata kunci : Kompetensi Guru, Fasilitas Laboratorium, Hasil Belajar TIK

Pada umumnya keberhasilan belajar siswa dapat tercapai secara optimal apabila faktor –faktor yang mempengaruhinya berada pada situasi yang kondusif. Beberapa faktor tersebut di antaranya adalah kompetensi guru dan fasilitas laboratorium. Dalam perannya sebagai seorang teladan dan pengelola pembelajaran, guru dituntut untuk selalu mengembangkan kompetensi yang ada pada dirinya supaya dapat berdampak positif pada hasil belajar. Begitu pula dengan fasilitas laboratorium yang dituntut agar selalu menyajikan teknologi terkini dan canggih supaya dapat membawa hasil belajar TIK ke arah yang lebih baik.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi guru dan fasilitas laboratorium dengan hasil belajar TIK siswa kelas XI SMKN 2 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional yang menggunakan metode  Ex Post Facto, yaitu penelitian yang tidak ada perlakuan terhadap populasi atau sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik kuesioner dan dokumentasi. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu kompetensi guru dan fasilitas laboratorium, dan variabel terikat yaitu hasil belajar TIK siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI TKJ SMKN 2 Malang yang berjumlah 117 siswa. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling atau sampel acak yaitu sejumlah 38 siswa yang secara persentase merupakan 30% dari populasi.

Dalam penelitian ini, antara variabel kompetensi guru dan hasil belajar siswa dikorelasikan menggunakan teknik korelasi Pearson karena merupakan sebuah data interval dan didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,200 dan signifikansi sebesar 0,030. Kemudian antara fasilitas laboratorium dan hasil belajar siswa dikorelasikan menggunakan teknik korelasi Point Serial karena merupakan sebuah data nominal dan didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,258 dan signifikansi sebesar 0,000. Dan pada uji korelasi ganda untuk menguji variabel-variabel tersebut secara simultan, yaitu variabel kompetensi guru dan fasilitas laboratorium diuji bersama-sama terhadap variabel hasil belajar siswa, didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,0581, dan fhitung (3,514) lebih besar dari ftabel (3,073). Dari hasil analisis korelasi tersebut, maka didapatkan kesimpulan bahwa secara parsial ada hubungan signifikan antara kompetensi guru dengan hasil belajar TIK siswa, serta ada hubungan signifikan antara fasilitas laboratorium dengan hasil belajar TIK siswa. Dan secara simultan ada hubungan signifikan antara kompetensi guru dan fasilitas laboratorium dengan hasil belajar TIK siswa.