Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Trainer Pemindah Botol Minuman Berbasis Programmable Logic Controller (PLC)

Brian Yuniar

Abstrak


ABSTRAK

 

Pratama, Brian Yuniar. 2012. Pengembangan Trainer Pemindah Botol Minuman Berbasis Programmable Logic Controller (PLC). Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sujono, M.T (II) Sujito, S.T., M.T.

 

Kata Kunci: Trainer, PLC (Progammable Logic Controller).

Trainer merupakan suatu alat peraga dalam membantu proses kegiatan belajar mengajar agar pengajar dapat menunjukkan langkah untuk memudahkan pebelajar dalam menggunakan atau mengaplikasikan suatu rangkaian yang didesain pada trainer tersebut.

Pada Laboratorium PLC di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang terdapat berbagai macam jenis PLC. Dari PLC tersebut sudah didesain dalam bentuk trainer atau alat peraga, namun trainer atau alat peraga tersebut masih dalam bentuk dan ukuran yang relatif besar. Dengan melihat keadaan trainer tersebut maka penulis akan membuat trainer yang lebih sederhana.

Perancangan trainer pemindah botol minuman ini dilakukan dalam beberapa tahap yang meliputi perancangan desain, perancangan hardware, perancangan software, dan perancangan pengawatan pada PLC.

Prinsip kerja aplikasi pemindah botol ini adalah dengan menggunakan sensor penghitung jumlah botol yang diumpamakan dengan sebuah saklar push button. Karena lengan pencengkram berkapasitas 4 botol, maka sensor penghitung juga akan menghitung sebanyak 4 botol. Jika telah terisi 4 botol maka lengan memutar 180º menuju ke tempat botol (krat) dengan catatan sensor keberadaan krat telah mendeteksi adanya krat pada sisi yang berlawanan. Setelah lengan telah mencapai posisinya, maka lengan akan melepaskan 4 botol sekaligus ke dalam krat. Di sisi lain pada saat pelepasan tersebut lengan pencengkeram lainnya juga telah mengkondisikan bahwa lengan itu telah mencengkeram 4 botol. Pada saat setelah lengan pencengkeram melepas botol pada krat, conveyor akan otomatis jalan 1 sap untuk penempatan botol berikutnya. Setelah conveyor jalan 1 sap lengan pencengkeram yang pada posisi menghitung 4 krat akan langsung memutar dan menempatkan pada posisi sap selanjutnya, dan posisi lengan yang lainnya akan kembali menghitung lagi masukan  sejumlah 4 botol. Begitu proses kerja seterusnya berulang-ulang.

Berdasarkan hasil perancangan, perakitan, dan pengujian maka dapat diperoleh kesimpulan desain trainer pemindah botol yang dibuat sudah sesuai dengan prinsip kerja yang dirancang, sedangkan masalah yang timbul pada pembuatan trainer ini adalah jenis PLC yang hanya terbatas pada 6 input dan 4 output, sehingga hanya dapat diaplikasikan pada beberapa jenis program dasar saja.