Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Desain Boost Converter Sebagai Catu Daya Inverter 1 Fasa

Lukman Hakim

Abstrak


ABSTRAK

 

Hakim, Lukman.2012. Desain Boost Converter Sebagai Catu Daya Inverter 1 Fasa. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hari Putranto (II) Aripriharta, S.T.

 

Kata Kunci:  PWM, Boost Converter, Inverter

Merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengontrol daya yang berkaitan dengan power supply, Secara umum PWM adalah sebuah cara memanipulasi lebar sinyal atau tegangan yang dinyatakan dengan pulsa dalam suatu perioda, yang akan digunakan untuk mentransfer data pada telekomunikasi ataupun mengatur tegangan sumber yang konstan untuk mendapatkan tegangan rata-rata yang berbeda.  tujuan tugas akhir ini adalah merakit dan merancang PWM dengan kendali ATmega 8

Berdasarkan hasil perancangan, perakitan dan pengujian hasil yang dibuat sesuai dengan prinsip kerja yang di rancang. Sinyal PWM satu fase yang dirancang merupakan jenis PWM  sinusoida yang dibangkitkan menggunakan perhitungan lebar pulsa yang nantinya akan di operasikan menggunakan flash memori mikrokontroler pada port timer OCR1A. Dalam pemicuan boost converter, tegangan yang keluar dapat disesuaikan dengan tegangan yang dibutuhkan oleh inverter dengan cara mengatur kelebaran dutycycle pada PWM.

Inverter adalah alat yang digunakan untuk merubah daya DC (Direct Current) ke daya AC (Alternating Current). Keluaran inverter dapat berupa tegangan yang dapat diatur dan tegangan yang tetap. Sumber tegangan input inverter dapat menggunakan battery, cell bahan bakar, tenaga surya, atau sumber tegangan DC yang lain.

Pada proses perancangan desain boost converter sebagai catu daya inverter 1 fasa ini pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perancangan perangkat lunak (software).  Perancangan perangkat keras meliputi : Rangkaian Boost Converter dan rangkaian mikrokontroler. Sedangkan perancangan  perangkat lunak dideskripsikan dalam bentuk flow chart, algoritma bahasa C dari flow chart dan uraian perangkat lunak.

Secara umum pengujian ini adalah untuk mengetahui apakah alat yang telah dibuat baik perangkat keras maupun perangkat lunak dapat bekerja sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Pengujian ini akan dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap pertama pengujian perangkat keras pada setiap blok diagram.  Dalam pengujian perangkat keras ini hasilnya disajikan berupa tabel. Sedangkan tahap pengujian terhadap perangkat lunak yaitu pembangkitan PWM pada ATmega 8.