Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

DESAIN SENSORLESS (MINIMUM SENSOR) KONTROL MOTOR INDUKSI 1 FASA UNTUK MESIN PERONTOK PADI

Toni Putra Agus Setiawan

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Setiawan, Toni Putra Agus. 2012. Desain Sensorless (Minimum Sensor) Kontrol Motor Induksi 1 Fasa untuk Mesin Perontok Padi. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hari Putranto (II) Ari Priharta, S.T.

 

Kata Kunci: Sensorless, ATmega8, Triac, Zero Crossing Detector.

 

 

            Desain Sensorless merupakan salah satu cara pengendalian dalam sistem kendali yang dapat difungsikan untuk berbagai macam jenis beban baik motor DC, motor AC 1 fasa maupun motor AC 3 fasa.

            Desain proyek akhir ini membahas tentang kendali motor induksi 1 fasa agar dapat dioperasikan untuk penggunaan mesin perontok padi. Pengendalian yang dimaksudkan disini adalah suatu pengendalian agar motor ini dapat diatur kecepatan putaran dari rotornya dengan memanfaatkan sinyal keluaran Triac yang sebelumnya diolah Mikrokontroler ATmega8 dengan ZCD dan potensiometer sebagai inputan dan pengaturan kecepatannya yang selanjutnya akan dibandingkan dengan tegangan pada rangkaian sensor sebagai umpan baliknya.

Prinsip kerja desain sensorless ini adalah sistem pengendalian kecepatan motor induksi satu fasa dengan perubahan tegangan berbasis ATmega8 ini, pengaturan tegangan input kumparan stator motor membutuhkan sebuah computer personal untuk mengatur kerja ATmega8, kemudian  sistem  ATmega8 akan mengatur sudut sulut Triac dengan memanfaatkan kerja dari pendeteksi tegangan nol (ZCD) dengan input sinyal yang dihasilkan oleh clock internal pada ATmega8. Kemudian chip ATmega8 akan menyulut Triac. Dengan demikian tegangan input kumparan stator motor induksi satu fasa akan dapat dikendalikan. Pengendalian putarannya akan bergantung dari duty cycle padaATmega8 yang diatur oleh tegangan output sensor dan tegangan keluaran dari potensio.

Untuk penggunaan mesin perontok padi ini disarankan hanya untuk beban yang ringan agar motor tidak cepat panas dan trip. Karena motor yang digunakan hanya motor dengan kapasitas 125 Watt. Jika ingin digunakan untuk beban yang lebih besar maka hendaklah diganti dengan motor dengan daya yang lebih besar. Namun juga perlu diperhatikan kekuatan dari Triac yang akan digunakan harus sesuai dan tidak melebihi atas kekuatan Triac yang dgunakan.

Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil kesimpulan dari pembuatan desain prototype diatas adalah pada metode perancangan terdapat beberapa kesulitan pada saat pemilihan type Triac yang akan digunakan. Pada metode pengujian didapatkan efek hammer saat putaran rendah, yaitu efek getaran yang ditimbulkan pada motor saat digunakan dengan menggunakan motor induksi. Selain itu juga torsi motor kurang begitu besar jika hanya menggunakan motor dengan daya 125 W.