Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Motif Ethnic Wood Carving Mbis Statue Asmat

Fithriyana Khoirunnisa MellatI

Abstrak


ABSTRAK

Fithriyana, K., Mellati, Pembuatan Busana Motif Ethnic Wood Carving Mbis Statue Asmat. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra.Endang Prahastuti, M.Pd

Kata Kunci : Motif Ethnic, Wood Carving, Mbis Statue, suku Asmat

Pemilihan kata ethnic pada busana rancangan penulis merupakan motif yang terinspirasi dari hasil seni ukiran kayu yang berasal dari suku Papua yaitu suku Asmat. Sebagian besar penduduk suku Asmat menjadikan tema utama dalam proses pemahatan patung adalah mengambil tema nenek moyang dari suku mereka, yang biasa disebut Mbis. Bagi penduduk asli suku Asmat, seni ukir kayu merupakan sebuah perwujudan dari cara mereka dalam melakukan ritual untuk mengenang arwah para leluhurnya. Rancangan busana penulis memiliki judul “Pembuatan Busana Motif Ethnic Wood Carving Mbis Statue Asmat”.

Tujuan dalam pembuatan busana bertema ethnic karena ingin menciptakan rancangan busana berhubungan dengan Indonesia dan hasil seni yang telah diciptakannya sehingga dapat melestarikan budaya Indonesia agar dinikmati oleh anak, cucu hingga mancanegara.Proses pembuatan busana ini terdiri dari pembuatan desain sketsa, persiapan alat, pengukuran badan , pembuatan poladasar-pecah pola, pembuatan, rancangan bahan dan harga, proses cutting, proses menjahit hingga finishing dan hasil jadi busana.

Kesimpulan pada pembuatan busana rancangan penulis adalah warna pada busana motif ethnic yang agak pudar terkesan seperti kusam akan tetapi busana tersebut memiliki makna dan simbol dari patung Mbis.Tone warna pada keseluruhan rancangan busana dominan warna coklat dikarenakan terinspirasi dari keseharian dan pakaian adat dari penduduk suku Asmat. pemeliharaan busana pada kain harus lebih berhati-hati terutama pada saat penyucian dan pengeringan karena dapat membuat kain rusak. Pressing pada kain terutama kain suede harus lebih berhati-hati, karena memiliki permukaan kasar dan bertekstur sehingga kain mudah rusak. Saran penulis dalam pemeliharaan busana dalam mencuci busana disarankan untuk mencuci dengan tangan, untuk pengeringan busana disarankan dijemur jangan terlalu lama. Proses penyetrikaan hasil akhir sangat disarankan menggunakan seterika uap, Hati-hati saat memilih bahan karena berpengaruh pada kain saat di printing.

ABSTRACT

Fithriyana, K., Mellati, The process of making motif ethnic wood carving Mbis statue Asmat. Final Project, Departement of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisor: (1) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd.

Keywords: Ethnic Motif, Wood Carving, Mbis Statue, Asmat Tribe

Asmat tribe is one of the tribe from Indonesia. They famous with carving that made by wood. In the carving of wood that made by them, they have unique motif. Hence, the purpose of this final project is want to make clothing that inspired by Asmat tribe, especially in motif of the carving.

In this Final Project, Creator made the clothing that used wood carving motif from Asmat tribe, it has been done by stages to finish this project. The first stage is design, in this process creator determined ide that inspired by wood carving motif from Asmat tribe. The second stage is determined main material in this process after creator found and bought the main material, creator drew the Asmat tribe motif that used some software. Furthermore, creator printed the motif to the main material. The third stage is body measurement, in this process, creator measured the body of model. The fourth stage is making patterns, in this process, creator prepare a basic pattern and break it down according to the size and the design of clothing that has been determined before. The fifth stage is cutting, in this process, creator cut the fabric in accordance with the design. The sixth stage is sewing, this process, creator sewed the clothing until finish, and then creator did finishing.

Based on the process that had been done by creator, it can be concluded that the creator faced many problem included the first is the color of fabric is too faint because it the similar with the original color from Asmat tribe and the second is the problem with the pressing process, because the main material used suede fabric, creator must more carefull to do pressing. Creator suggested for the further final project that they can make some final project that inspired from other tribe.