Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

faktor pembelian jilbab pada santri putri di lembaga tinggi pesantren luhur malang

Mentari Ulin Ni'mah

Abstrak


ABSTRAK

 

Ni’mah, Mentari Ulin. 2017. Faktor Pembelian Jilbab pada Santri Putri di Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari kusumawardani, M.Pd, (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn.

 

Kata kunci: Faktor pembelian, jilbab, santri

Saat ini perkembangan busana muslim semakin meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jilbab merupakan salah satu busana muslim yang selalu ada dalam berbusana sehari-hari bagi wanita muslim, khususnya para santri. Pemakaian jilbab santri sekarang, saat bepergian lebih berkeinginan memakai jilbab yang sedang trend. Berbeda dengan pemakaian jilbab santri zaman dulu lebih sederhana. Berdasarkan paparan di atas, maka peneliti tertarik untuk mengkaji tentang faktor pembelian jilbab pada santri  putri Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang. Faktor tersebut meliputi faktor budaya, faktor sosial, dan faktor pribadi, dengan indikator yang telah ditentukan oleh peneliti.

Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan dan mendeskripsikan faktor keputusan pembelian jilbab pada santri putri di Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri putri Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang. Pengambilan sampel menggunakan random sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup, dengan jumlah pertanyaan sebanyak 32 item. Instrumen angket ini diuji validitas menggunakan validitas isi dan dinyatakan valid, sedangkan uji reabilitas menggunakan Alpha cronbact.

Hasil penelitian faktor pembelian jilbab pada santri menunjukkan bahwa responden lebih dominan dipengaruhi oleh faktor pribadi dimana kepribadian santri meliputi konsep diri yang sesungguhnya, konsep diri yang ideal, dan konsep diri yang diperluas menjadi faktor akhir dari penentuan keputusan pembelian jilbab, diikuti dengan faktor sosial, dimana peran dan status santri sebagai mahasiswa menjadikan santri lebih fleksibel untuk berganti-ganti model jilbab, dan yang terakhir adalah faktor budaya, dimana seorang santri memiliki kebiasaan dan kewajiban berjilbab sebagai identitas diri.

 

Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah: (1) Sebaiknya pengusaha jilbab menetapkan strategi yang dapat menarik minat konsumen. Melalui produk jilbab yang memiliki harga terjangkau dengan pilihan model yang beragam. (2) Santri disarankan untuk selalu memperhatikan faktor budaya, faktor sosial, dan faktor pribadi agar mencerminkan identitasnya sebagai santri dan mempertahankan tradisinya, sehingga produk yang dibeli tersebut dapat memenuhi kebutuhannya dan menjadi konsumen yang cerdas dalam pembelian produk jilbab serta selektif menerima informasi yang didapat. (3) Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan memperluas indikator lain yang diperkirakan dapat menjadi pertimbangan dalam faktor pembelian jilbab dan lebih diperluas lingkup responden yang diteliti.