Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembuatan Busana Wanita Dengan Teknik Adibusana

Weny Emelia Masitoh

Abstrak


ABSTRAK

 

Masitoh, Weny Emelia. 2012. Pembuatan Busana Wanita dengan Teknik Adibusana. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M. Pd., (II)Nurul Hidayati, S. Pd., M. Sn

 

Kata Kunci : Busana, Teknik Adibusana

 

Bidang busana merupakan salah satu dari sekian banyak hal yang telah dikembangkan oleh manusia. Busana itu sendiri berarti sesuatu yang dipakai atau dikenakan pada tubuh manusia. Teknik yang digunakan untuk membuat busana ada bermacam-macam, salah satunya adalah teknik adibusana atau houte couture.

Teknik adibusana adalah teknik pembuatan busana dengan kualitas tinggi, rapi dan halus. Hiasan yang digunakan lebih bervariasi serta bahan (kain) memiliki kualitas baik dengan tekstur sangat lembut serta berkilau. Busana ini biasanya digunakan oleh kalangan ratu kerajaan, selebritis dan para artis.

Proses pembuatan busana wanita dengan teknik adibusana ini dimulai dari pembuatan desain, pembuatan pola draping dan konstruksi, pembuatan draft busana, pembuatan rancangan bahan dan harga, proses pemotongan bahan, proses pressing interlining, proses menjahit, fitting, finishing dan menghias busana. Pada tahap menjahit busana wanita ini  membutuhkan ketelitian agar hasil jadi dari busana ini bagus dan rapi. Pertama-tama menjahit one piece, setelah itu menjahit rok lingkaran bersusun empat, lalu memasang hiasan pada one piece yaitu hiasan pita berwarna emas dengan menggunakan teknik lekapan pita yang diberi taburan permata, manik-manik, dan akrilik pada bagian yang kosong, pada rok lingkaran diberi hiasan payet dan terdapat lipit bersusun yang bagian ujungnya diberi neci dengan warna berbeda.

Tingkat kesulitan dalam pembuatan busana ini pada saat Pressing, lebar alas yang digunakan tidak selebar bahan dan membuat hasilnya tidak sempurna. Proses memotong dan menjahit bahan tile tidak maksimal karena tile memiliki tingkat kemuluran yang banyak. Oleh karena itu sebelum memotong, terlebih dahulu mengukur kelebaran/kemuluran tile sehingga lebar bahan sesuai ukuran lebar badan dan menjahit tile dengan menggunakan alas kertas agar hasilnya rapi.