Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembuatan Busana Pesta Asimetris dengan Hiasan Tali Sengkelit

Nurul Hidayati

Abstrak


ABSTRAK

 

Busana adalah sesuatu yang dikenakan oleh seseorang dari unjung rambut sampai ujung kaki, termasuk pelengkap busana, tata rias wajah dan tata rias rambutnya (Rahayu, 2008:2). Selain itu busana merupakan kebutuhan pokok setiap orang, selain kebutuhan tempat tinggal, sandang dan pangan. Busana akan selalu berkembang, baik dari segi mode, bahan pokok, bahan penunjang, pelengkap busana, sampai dengan tujuan dan fungsi busana. Pada mulanya fungsi busana adalah sebagai pelindung tubuh dari serangan bahaya alam dan untuk memenuhi adat kesopanan yang berlaku di masyarakat. Sesuai dengan perkembangan jaman dan dunia mode, fungsi busana adalah sebagai alat untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan status sosial seseorang.

Dewasa ini mode busana pesta mendapat banyak perhatian, khususnya untuk busana pesta wanita. Busana pesta adalah busana yang dipergunakan untuk menghadiri acara atau jamuan pesta, baik yang bersifat formal, semiformal atau non formal (Rahayu, 2008:8). Busana pesta merupakan pakaian yang melekat pada tubuh yang dipakai untuk menghadiri acara pesta dengan tujuan untuk memperindah dan mempercantik penampilan. Busana pesta juga merupakan busana istimewa, sehingga desainnya pun harus disesuaikan dengan fungsi yang mengutamakan kenyamanan didalam pemakaiannya dan merupakan pakaian yang menarik perhatian, pembuatannya pun juga dipilih dari bahan – bahan pilihan yang bagus dan eksklusif serta terkesan mewah, misalnya dari bahan yang melangsai seperti sutra, silky, lace, tula, satin, sifon dan sebagainya.

Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis menuangkan ide dengan pembuatan busana pesta asimetris dengan hiasan tali sengkelit. Pembuatan busana pesta tersebut dilatar belakangi oleh “pola pikir para desainer yang semakin kreatif dan unik juga mempengaruhi tren rancangan busana serba dekonstruksi dan asimetris … Sudah tidak aneh melihat rancangan dengan banyak layer atau “compang-camping”, karena sekarang dunia mode sudah punya “prinsip” baru: makin asimetris, makin keren!”( http://www.rileks.com/lifestyle/trendz/fashion/ 31098-asimetris-dan-simpel-di-tahun-2010.html). “Trend pakaian hanya menggunakan satu bahu yang memberi kesan asimetris … pakaian satu bahu ini memberi kesan anda tampil lebih sexy.” (http://www.lifestyle.dnaberita.com). “Busana yang tidak simetris justru memiliki karakter personal. Dijamin, membuat penampilan jadi paling trendi!” (www.femina.co.id). Selain itu busana asimetris memiliki kesan dinamis (lebih hidup). Hal tersebut membuktikan bahwa tren busana asimetris memiliki karakter dan memberi kesan dinamis serta seksi pada wanita.

Asymmetric styling adalah desain yang tidak simetris. Bagian kiri busana berbeda bentuknya dengan bagian kanan. Bentuk asimetris bisa tampak dikrah, potongan leher, penutup, atau pinggiran busana (Pro, 2010:11). Sedangkan Waskito (2002:58), asimetris adalah tidak setangkup, tidak simetris. Maka dapat disimpulkan bahwa desain dengan potongan antara bagain kanan dan kiri busana tidak sama. Busana pesta asimetris dengan hiasan tali sengkelit tepat dikenakan oleh kalangan remaja karena busana pesta ini menonjolkan desain hiasan dan mengambil warna-warna yang cerah dan mencolok yang sesuai dengan sifat remaja yang selalu ingin menonjolkan diri dan selalu ingin diperhatikan. Pakain dan perhiasan adalah standar lain bagi remaja akhir. Keadaan pakaian yang tidak memuaskan seringkali membuat mereka menghindarkan diri dari pergaulan kelompok teman sebaya/ peer group (Mappiare, 1982:90). Bagi remaja putri, pesta dan rekreasi umumnya disengaja untuk kepentingan pergaulan dengan teman baru (Mappire, 1982:87).

Sebuah busana pasti memiliki daya tarik tersendiri, keindahan suatu busana pesta tidak hanya terlihat pada model dan warnanya, tetapi juga berasal dari hiasan dan yang digunakan. Tali sengkelit merupakan hiasan yang melekapi busana pesta. Sengkelit yaitu rumah kancing yang di buat dari kain serong berbentuk pipa. Rumah kancing ini di buat untuk pakaian kebaya, terbuat dari bahan renda seperti bahan brokad dan pada belahan yang dilapisi menurut bentuk yang digunakan pada tengah muka atau tengah belakang blus atau gaun dan pada ujung lengan (www.jakartagrosir.com). Sedangkan menurut Wancik (1992:60) sengkelit adalah rumah kancing berupa tali yang dibuat dari kain serong. Dari uraian tersebut, dapat diartikan bahwa fungsi sengkelit adalah sebagai rumah kancing/ tali pengencang baju. Namun penulis, menuangkan kretifitas bahwa tali sengkelit digunakan sebagai hiasan pada busana pesta. Tali sengkelit tersebut terbuat dari kain taffeta shantung, taffeta dan satin.

Jenis kain dan warna bahan busana juga mempengaruhi sebuah model busana. Bahan yang digunakan busana pesta  cenderung bahan yang melangsai seperti sutra, silky, lace, tula, satin, sifon. Namun penulis menggunakan kain taffeta santungyang sedikit kaku. Warna adalah sensasi yang diproduksi oleh mata dari cahaya atau sinar; efek yang diproduksi oleh pancaran sinar dari gelombang tertentu, atau percampuran darinya (Hindarto, 2006:3). Warana sangat mempengaruhi keseluruhan penampilan, sehingga pemilihan warna yang cocok, serasi,dan sesuai dengan waktu atau kesempatan merupakan hal yang sangat penting. Warna yang dipilih untuk busana pesta asimetris ini  adalah warna orange, secara psikologis warna orange merupakan warna yang memberi kesan hidup, segar, energi, antusias dan gembira.