Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Pembelajaran Tata Busana Standar Kompetensi Membuat Busana Bayi untuk SMK Kelas X

Fitriasih Pudyo Atmaningrum

Abstrak


ABSTRAK

 

Atmaningrum, Fitriasih Pudyo. 2011. Penyusunan Modul Pembelajaran Tata Busana Standar Kompetensi Membuat Busana Bayi untuk Sekolah Menengah Kejuruan Kelas X. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd, (II) Dra. Anti Asta Viani, M.Pd.

 

Kata kunci: Spektrum, Sekolah Menengah Kejuruan, Modul, Membuat Busana Bayi.

Pesatnya perkembangan dunia usaha/dunia industri, menjadi salah satu alas an pemerintah untuk kembali melakukan penyempurnaan kurikulum pada tahun 2008 dengan dikeluarkannya Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan yang baru dan diberlakukan pada tahun pelajaran 2008/2009 mulai kelas X. Berdasarkan spectrum terbaru, terdapat perubahan nama-nama program pendidikan SMK. Perubahan yang terjadi salah satunya adalah diberlakukannya nama standar kompetensi baru yaitu membuat busana bayi. Bahan ajar membuat busana bayi masih sangat terbatas, kalaupun ada, belum disesuaikan dengan standar kompetensi, kompetensi dasar dan tujuan intruksional yang ingin dicapai.

Penelitian ini membahas tentang pengembangan bahan ajar berupa modul pembelajaran membuat busana bayi untuk SMK Kelas X semester 1 yang dapat digunakan selama 1 semester. Sekolah yang menjadi acuan pada penyusunan modul adalah SMKN 3 Malang. Modul terdiri dari 9 kegiatan belajar yaitu : kegiatan belajar 1 tentang pengetahuan dasar mengenai busana bayi, kegiatan belajar 2 tentang pembuatan popok bayi, kegiatan belajar 3 tentang pembuatan gurita bayi, kegiatan belajar 4 tentang pembuatan kemeja bayi, kegiatan belajar 5 tentang pembuatan sepatu bayi, kegiatan belajar 6 tentang pembuatan topi bayi, kegiatan belajar 7 tentang pembuatan celana popok bayi, kegiatan belajar 8 tentang pembuatan cape bayi, dan kegiatan belajar 9 (pengayaan) tentang pembuatan jaket bayi.

Modul yang dikembangkan melalui tahap tinjauan ahli dan preliminary field test (uji coba terbatas). Draft modul ditinjau oleh 4 orang ahli yaitu 1 orang ahli isi/materi, 2 orang ahli media(modul), dan seorang ahli bahasa. Aspek penilaian terdiri dari beberapa indikator dan beberapa butir pertanyaan berupa angket dengan menggunakan ratingscale. Hasil tinjauan ahli isi/materi adalah 92,62% artinya draft modul yang dikembangkan valid; hasil tinjauan ahli media (modul) adalah 85,53% artinya draft modul yang dinyatakan valid; dan hasil tinjauan ahli bahasa adalah 91,17% artinya draft modul yang dikembangkan valid. Berdasarkan kriteria hasil tinjauan ahli draft modul dinyatakan valid tidak perlu dilakukan revisi sehingga dapat dijadikan sebagai produk modul, namun dikarenakan ada beberapa tanggapan dari para ahli maka penulis melakukan revisi pada draft modul yang dikembangkan. Produk modul kemudian diujicobakan melalui uji coba perseorangan dengan melibatkan 3 orang guru tata busana SMKN 3 Malang dan uji coba kelompok kecil dengan melibatkan 9 orang peserta didik di SMKN 3 Malang. Aspek penilaian pada uji coba modul adalah aspek keterbacaan. Masing-masing aspek terdiri dari beberapa indikator dan beberapa butir pertanyaan berupa angket dengan menggunakan ratingscale. Hasil uji coba perorangan adalah 93,01% dan hasil uji coba kelompok kecil adalah 85,77% artinya penilaian untuk aspek keterbacaan modul dinyatakan valid dan sesuai untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

Berdasarkan hasil persentase validasi dan uji coba, maka disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan valid sehingga sesuai untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar penelitian ini dilanjutkan pada tahapan penelitian lanjutan melalui kajian eksperimen dan uji coba yang lebih luas.