Tugas Akhir Jurusan Teknik Bangunan - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Berbasis Tutor Sebaya (Peer Teaching) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Mekanika Teknik Siswa Kelas X Teknik Gambar Bangunan di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Tahun Ajaran 2017/2018

alwi bastomi

Abstrak


 RINGKASAN

 

Bastomi, Alwi. 2017. Pembelajaran Berbasis Tutor Sebaya (Peer Teaching) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Mekanika Teknik Siswa Kelas X Teknik Gambar Bangunan di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Tahun Ajaran 2017/2018, Pembimbing: (I) Drs. Mujiyono, M.Pd. (II) Drs. Antelas Eka Winahyo, M.Pd.

 

Kata Kunci:  tutor sebaya, hasil belajar, mata pelajaran mekanika teknik

 

Pembelajaran dikatakan efektif apabila pada proses pembelajaran seluruh  siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran serta melakukan aktivitas-aktivitas seperti bertanya, menjawab dan berpendapat yang bisa menunjang proses pembelajaran. Tutor sebaya adalah salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan keaktifan siswa. Penggunaan metode tutor sebaya menjadikan proses pembelajaran lebih terpusat pada siswa, sehinga siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Sering ditemukan pembelajaran dikelas hanya berpusat pada siswa yang aktif, sedangkan siswa yang pasif hanya sekedar mengikuti tanpa mengetahui apakah mereka memahami materi yang diajarkan. Hal ini membuat perbedaan hasil belajar antara siswa yang aktif dengan yang pasif. Melalui metode tutor sebaya ini, siswa yang pasif diberi kesempatan untuk memperoleh instruksi secara individu selama pembelajaran dari tutor. Pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Mekanika Teknik masih rendah dilihat dari nilai Ulangan Tengah Semester siswa kelas X Teknik Gambar bangunan SMKN 3 Boyolangu Tulungagung tahun ajaran 2017/2018 hanya 9 siswa atau 25% dari 36 siswa yang mencapai KKM (75).

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam penerapan metode tutor sebaya. Penelitian ini tergolong jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan kolaboratif dengan guru yang mengajar mata pelajaran Mekanika Teknik dalam 4 siklus. Pada pelaksanaan tindakan siklus 1  merupakan refleksi dari tindakan pendahuluan yaitu observasi terhadap guru pengajar dan penentuan jadwal penelitian, siklus 2 refleksi dari siklus 1 yaitu pengarahan terhadap tutor tentang pelaksanaan pembelajaran dengan metode tutor sebaya, siklus 3 refleksi dari siklus 2 yaitu penambahan tugas tutor untuk menjelaskan kembali penjelasan guru kepada anggota kelompok , siklus 4 refleksi dari siklus 3 yaitu penambahan tugas dari tutor untuk membantu penyelesaian tugas anggota kelompok. Indikator keberhasilan ditinjau dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan SMKN 3 Boyolangu Tulungagung sebesar ≥ 75 dengan pencapaian 75% jumlah siswa yang mencapai KKM. Indikator keaktifan siswa dilihat dari interaksi siswa dengan guru dalam pembelajaran berupa pertanyaan ke guru dan menjawab pertanyaan dari guru, interaksi siswa dengan tutor dalam pembelajaran berupa pertanyaan ke tutor, menjawab pertanyaan dari tutor dan berdiskusi dengan tutor, indikator keberhasilan keaktifan siswa ditinjau dari meningkatnya keaktifan siswa disetiap pelaksanaan siklus. Pengambilan data menggunakan metode post-test dan observasi keaktifan siswa. Subjek pada penelitian ini sebanyak 36 siswa Teknik Gambar Bangunan SMKN 3 Boyolangu Tulungagung.

Berdasarkan penelitian yaitu: 1) Hasil belajar siswa pada siklus 1 adalah 14 siswa (38,89%) sudah mencapai KKM dan 22 siswa (61,11%) belum mencapai KKM, pada siklus 2 yaitu 20 siswa (55,56%) sudah mencapai KKM dan 16 siswa (44,44%) belum mencapai KKM, pada siklus 3 yaitu 25 siswa (69,44%) sudah mencapai KKM dan 11 siswa (30,56%) belum mencapai KKM, pada siklus 4 yaitu 28 siswa (77,78%) sudah mencapai KKM dan 8 siswa (22,22%) belum mencapai KKM. Data ini menunjukkan hasil belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 4 mengalami peningkatan. 2) Keaktifan siswa yang diperoleh pada siklus 1 interaksi antara siswa dengan guru sebesar 32,64%, interaksi siswa dengan siswa sebesar 41,67%, pada siklus 2 interaksi siswa dengan guru sebesar 36,81% dan interaksi siswa dengan siswa sebesar 55,56%, pada siklus 3 interaksi siswa dengan guru sebesar 43,06% dan siswa dengan siswa sebesar 70,37%, pada siklus 4 interkasi siswa dengan guru sebesar 52,78% dan interaksi siswa dengan siswa sebesar 80,09%. Data menunjukkan nilai keaktifan siswa dari siklus 1 ke 4 mengalami peningkatan.