Tugas Akhir Jurusan Teknik Bangunan - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Pelaksanaan Minipile dan Pilecap pada Pembangunan Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan

Muhammad Faisal Sistiyanto

Abstrak


ABSTRACT

 

Sistiyanto, Muh Faisal. 2017. Studi Pelaksanaan Minipile dan Pilecap pada Pembangunan Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. Proyek Akhir, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Adjib Karjanto, S.T., M.T.

 

Kata Kunci: Minipile, Pemancangan, Pilecap, Tiang pancang, 

 

Pondasi merupakan suatu bagian dari konstruksi bangunan yang bertugas meletakkan bangunan dan meneruskan beban bangunan atas (struktur atas) ke dasar tanah yang cukup kuat untuk mendukungnya. Salah satu jenis pondasi dalam adalah pondasi tiang pancang. Pondasi tiang dapat bekerja dengan baik bila dilengkapi pilecap, yaitu struktur beton bertulang yang berfungsi sebagai pengikat pondasi (struktur bawah) dengan kolom (struktur atas).

Pelaksanaan pondasi tiang ini cukup komplek. Kurangnya perhatian pada pelaksanaan pemancangan dan pembuatan pilecap dapat mengurangi mutu struktur bangunan yang mengakibatkan kerusakan tanah maupun penurunan bangunan diluar batas toleransinya. Mengingat pentingnya pelaksanaan pondasi  dalam yang cukup kompleks maka diperlukannya studi dalam pelaksanaan pekerjaan pemancangan minipile dan pekerjaan pilecap.

Tujuan dari Proyek Akhir ini adalah (1) Mengamati pelaksanaan pekerjaan pemancangan minpile dan pekerjaan pilecap pada Proyek Pembanguan Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. (2) Mendata permasalahan yang terdapat dilapangan berdasarkan teori yang ada khususnya untuk pelaksanaan pemancangan minipile dan pekerjaan pilecap

Dari hasil pembahasan pelaksanaan tiang pancang dan pilecap dengan kajian teori dapat disimpulkan bahwa pada pekerjaan pemancangan Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan dilakukan pemancangan tiang jenis beton pracetak minipile persegi 25 cm x 25 cm dengan mutu K-500 menggunakan alat drop hammer. Pelaksanaan pemancangan secara garis besar sudah sesuai dengan teori namun terdapat beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan seperti pemantauan pemancangan dan marking tiang. Kurangnya pengawasan saat pemancangan dan penyambungan tiang mengakibatkan batas toleransi vertikal tiang belum terpenuhi 1:50 yang ditemukan pada beberapa titik di lapanagan. Pembuatan marking tiang hanya berupa penomeran tiang berdasarkan titik koordinat pemancangan yang dilakukan setelah pemancangan. Sehingga disarankan pelaksana untuk melakukan marking elevasi dan pengecekan kemiringan tiang saat paemancangan agar dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat pelaksanaan berlangsung.

Sedangkan untuk pelaksanaan pekerjaan pilecap telah sesuai dengan metode dan teori yang ada (PBI, 1971).Pekerjaan pilecap menggunakan bekisiting metode konvensional bahan kayu dan pengecoran beton readymix mutu K-300 dengan perawatan dilakukan secara dibiarkan di alam terbuka selama 5-6 hari.