Tugas Akhir Jurusan Teknik Bangunan - Fakultas Teknik UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEKAKUAN DAN KEKUATAN BALOK LAMINASI KAYU GLUGU

ADELIA . PRAVITANINGTIYAS

Abstrak


ABSTRAK

 

Pravitaningtiyas, Adelia. 2015. Kekakuan dan Kekuatan Balok Laminasi Kayu Glugu. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. B. Sri Umniati, M.T. (II) Drs. Eko Suwarno, M.Ed., M.Pd.

Kata kunci : Balok Laminasi, MOR, MOE.

Balok laminasi merupakan salah satu metode untuk mengatasi adanya ketebatasan dimensi kayu yang tersedia. Dengan melakukan proses perekatan antar papan lamina akan mendapatkan balok kayu dengan kualitas yang lebih baik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui (1) nilai kekakuan dan kekuatan balok laminasi kayu Kelapa dengan membandingkannya terhadap balok utuh (2) pola kerusakan yang terjadi pada balok utuh dan laminasi.Kekakuan dinyatakan dengan Modulud of Elasticity (MOE) dan kekuatan dinyatakan dalam Modulus of Rupture(MOR). Kayu yang digunakan adalah kayu Kelapa(Cocos Nucifera L). Dimensi balok utuh dan laminasi adalah 5 x 10 x 175 cm. Balok utuh dibagi menjadi 2 kelompok yaitu bagian tepi dan dalam. Sedangkan balok laminasi dibagi menjadi 2 kelompok ketebalan papan lamina, variasi Amenggunakan ketebalan 2 cm dan variasi B menggunakan ketebalan 2,5 cm. Perekat yang digunakan adalah Urea Formaldehyde (UF-125).

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai MOR dari balok utuh bagian tepi lebih tinggi 48,02% dari balok laminasi B. Dan nilai MOE dari balok utuh bagian tepi lebih tinggi 17,22% dari balok laminasi B. Hasil tersebut disebabkan karena kayu yang digunakan mempunyai kualitas rendah dan didapatkan secara acak tidak berasal dari satu pohon yang sama. Ketebalan papan laminasi mempengaruhi kekuatan balok laminasi. Semakin tipis ketebalan papan maka kekuatan balok laminasi semakin tinggi. Pola kerusakan balok utuh dan laminasi terjadi pada serat terluar balok dan terjadi slip antar rekatan lamina. Hasil pengujian menunjukkan bahwa MOR dari balok utuh dan laminasi berbeda secara signifikan, sedangkan nilai MOE antara balok utuh dan laminasi menunjukkan tidak berbeda secara signifikan.