Tugas Akhir Jurusan Teknik Bangunan - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KELAYAKAN ANGKER MEKANIK BAMBU MENAHAN GAYA GESER SAMBUNGAN BALOK KOLOM

Yudri Ika Abdul Khalim

Abstrak


ABSTRAK

 

Khalim, Yudri Ika A. 2013. Kelayakan Angker Mekanik Bambu Menahan Gaya Geser Sambungan Balok Kolom. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muhammad Sulton, S.T., M.T. (II) Drs. Prijono Bagus Susanto, S.T., M.T.

 

Kata Kunci: Angker Mekanik Bambu, Gaya Geser, Sambungan Balok Kolom.

Dewasa ini dalam konstruksi bangunan perlu dikembangkan tentang beton bertulang. Bambu yang merupakan sumber bahan bangunan yang dapat diperbaharui digunakan sebagai tulangan beton pengganti/alternatif tulangan baja pada struktur/bangunan sederhana. Dari data kerusakan struktur bangunan akibat gaya aksial, didapat fakta bahwa kerusakan struktur yang paling dominan terjadi pada bagian sambungan balok kolom. Sedangkan pada balok dan kolom diluar bagian sambungan masih menunjukkan kinerja yang baik dan hanya terdapat beberapa retak rambut di daerah sambungan balok kolom (Umniati, 2011). Maka perlu digunakan suatu alternatif untuk mengantisipasinya yaitu dengan angker mekanik bambu.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui berapa besar gaya geser sambungan balok kolom beton bertulangan bambu dengan jumlah tulangan kolom sebanyak 6 tulangan (2) untuk mengetahui berapa besar gaya geser yang dapat ditahan angker mekanik bambu pada sambungan balok dan kolom beton bertulangan bambu dengan jumlah tulangan kolom sebanyak 6 tulangan (3) untuk mengetahui berapa besar gaya geser yang dapat ditahan angker mekanik bambu pada sambungan balok dan kolom beton bertulangan bambu dengan jumlah tulangan kolom sebanyak 8 tulangan (4) untuk mengetahui pola retakan pada sambungan balok dan kolom beton bertulangan bambu (5) untuk mengetahui bentuk grafik hysteresis loop pada balok dan kolom beton bertulangan bambu.

Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen,  selanjutnya data yang diperoleh dari hasil pengujian 3 buah model sambungan balok kolom bertulangan bambu tersebut dideskrpsikan. Untuk mendeskripsikan data hasil pengujian, parameter yang digunakan adalah pembacaan beban horizontal dorong kanan dan beban horizontal dorong kiri, kemudian pembacaan besar simpangan yang terjadi akibat pemberian beban, serta beban maksimum yang mampu diterima oleh sambungan balok kolom bertulangan bambu. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa pengekangan dengan penambahan angker mekanik bambu pada bagian dalam sambungan balok kolom mampu meningkatkan kekuatan menahan beban maksimum yang dapat diterima oleh model sambungan balok kolom tersebut dibandingkan dengan model sambungan balok kolom bertulangan bambu yang tidak menggunakan angker mekanik bambu. Dan untuk pola retak, terlihat sambungan balok kolom bertulangan bambu tanpa angker mekanik bambu mengalami retak paling lebar yaitu 8-13mm mengelilingi daerah sambungan, sedangkan pada sambungan balok kolom bertulangan bambu dengan angker mekanik bambu hanya mengalami retak selebar 1-7mm pada daerah sambungan balok kolom.