Tugas Akhir Jurusan Teknik Bangunan - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Persepsi Guru SMK Terhadap Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Di SMK Negeri 6 Malang

Agus Salim

Abstrak


ABSTRAK

 

Salim, Agus. 2011. Persepsi Guru SMK terhadap Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMK Negeri 6 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mujiyono, M.Pd., (II) Drs. Bambang Widarta, M.T.

 

Kata kunci: persepsi, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Salah satu usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan pengembangan kurikulum salah satunya adalah KTSP. Dalam pelaksanaan KTSP di SMK Negeri 6 Malang diduga masih adanya guru yang belum siap menerima perubahan, terbukti masih adanya persepsi yang berbeda tentang penyusunan struktur muatan kurikulum, bahan ajar, pengembangan program, silabus, RPP, media belajar, sarana dan prasarana, sumber belajar, metode mengajar, kualifikasi guru, indikator dan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru SMK terhadap pelaksanaan KTSP di SMK Negeri 6 Malang.

Penelitian ini dilakukan di SMKN 6 Malang, merupakan penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru di SMK Negeri 6 Malang, baik yang berstatus PNS maupun bukan PNS yang sebanyak 116 orang, terdiri dari PNS kelompok Produktif 50orang, Normatif 12 orang, Adaptif 37 orang, dan non PNS kelompok kelompok Produktif 8 orang, Normatif 3 orang, Adaptif 6 orang. dengan teknik Proporsional Cluster Random Sampling. Diambil sampel seluruhnya 30 orang, terdiri dari PNS kelompok Produktif 8 orang, Normatif 2 orang, Adaptif 6 orang, dan non PNS kelompok kelompok Produktif 7 orang, Normatif 2 orang, Adaptif 5 orang. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif yang meliputi analisa frekuensi dan prosentase.

Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persepsi guru terhadap pelaksanaan KTSP sebanyak 23 orang (76,67%) termasuk dalam kualifikasi sangat setuju. Sedangkan indikator yang tergolong sangat setuju meliputi penyusunan muatan kurikulum, bahan ajar, pengembangan program, silabus, RPP, sumber belajar, tenaga pendidik, indikator pelajaran. Untuk indikator yang tergolong setuju  meliputi pemakaian media, sarana dan prasarana. Sedangkan indikator metode mengajar dapat diartikan tidak setuju. Karena guru hanya menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran. (2) Sedangkan untuk persepsi guru terhadap evaluasi pembelajaran sebanyak 25 Orang (83,33%) termasuk dalam kualifikasi sangat setuju. Sedangkan indikator yang tergolong sangat setuju meliputi waktu pelaksanaan; melakukan penilaian;  jenis evaluasi; remedial; perbaikan metode mengajar.

Berdasarkan penelitian ini disarankan dalam penentuan metode mengajar perlu ditingkatkan, dengan menggunakan model pembelajaran yang bervariasi. Untuk penyikapan evaluasi guru sudah sangat setuju dalam pelaksanaan evaluasi. Tetapi diharapkan juga dapat melaksanakan evaluasi dengan lebih baik lagi agar pelaksanaan KTSP di SMKN 6 Malang dapat berjalan dengan lebih baik.