Tugas Akhir Jurusan Teknik Bangunan - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pemanfaatan Pestisida Nabati Campuran Filtrat Umbi Gadung (Discorea Hispida) Dan Ekstrak Biji Mimba (Azadiracta Indica A. juss) Sebagai Bahan Pengawet Kayu Kelapa Terhadap Serangan Rayap

Bagus Dwi Hirmawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Bagus.  2011.  Pemanfaatan  Pestisida  Nabati  Campuran  Filtrat  Umbi  Gadung   (Discorea  Hispida)  Dan  Ekstrak  Biji  Mimba  (Azadiracta  Indica  A.  juss)   Sebagai Bahan Pengawet Kayu Kelapa Terhadap  Serangan Rayap. Skripsi,   Program  Studi  Pendidikan  Teknik  Bangunan  Fakultas  Teknik  Universitas   Negeri Malang.  Pembimbing:  (I) Drs.  Eko  Suwarno, M.  Pd.,  (II) Drs.  Ir.  I   Wayan Jirna, M.T.

 

Kata Kunci: Pengawetan kayu, ekstrak biji mimba, filtrat umbi gadung, rayap.

Pengawetan  kayu  perlu  dilakukan  agar  keawetan  kayu  dapat  bertambah sehingga memperpanjang usia pakai kayu. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati yaitu campuran ekstrak biji mimba dan filtrat umbi gadung. Pada konsentrasi  tertentu, kandung  senyawa kimia yang merupakan bahan pestisida nabati  antara  lain  Azadirackhtin  (C35H44O16),  Melantriol,  Salanin  dan  Nimbin. Sedangkan umbi gadung mengandung  racun HCN, dari kedua  fungsi  ini merupakan

kolaborasi racun yang efektif untuk mengawetkan kayu terhadap serangan rayap. Untuk mengetahui  apakah  dengan  campuran  ekstrak  biji mimba  dan  filtrat umbi  gadung  dapat  digunakan  sebagai  bahan  pengawet  nabati, maka  penelitian  ini merumuskan masalah  sebagai  berikut:  (1)  Apakah  terdapat  perbedaan  berat  bahan pengawet  yang  tertinggal  (retensi)  dalam  kayu  kelapa?  (2)  Apakah  terdapat perbedaan berat kayu yang dimakan  rayap antara kayu kelapa yang  tidak diawetkan dengan kayu kelapa yang diawetkan?

Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  :  (1)  Untuk  mengetahui  perbedaan  berat bahan pengawet yang  tertinggal  (retensi) dalam kayu kelapa?  (2) Untuk mengetahui perbedaan berat kayu yang dimakan rayap antara kayu kelapa yang tidak diawetkan? Metode  penelitian  ini  adalah  penelitian  eksperimental  yang  diberi  perlakuan diawetkan dengan campuran ekstrak biji mimba dan filtrat umbi gadung konsentrasi 0%,  10%,  15%,  dan  20%.  Untuk  mengetahui  perbedaan  retensi  dan  berat  antar perlakuan  digunakan  analisis  varian  satu  jalur  (anava)  dilanjutkan  dengan  uji  beda Duncan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa  (1) berat  rerata  retensi bahan pengawet campuran  ekstrak biji mimba dan  filtrat umbi gadung pada konsentrasi 10% adalah sebesar 6,37 gram, konsentrasi 15% adalah  sebesar 5,10 gram dan konsentrasi 20% adalah  sebesar  4,50  gram.  (2)  berat  rerata  berat  kayu  kelapa  yang  dimakan  rayap untuk kayu kelapa yang diawetkan dengan menggunakan bahan pengawet campuran ekstrak biji mimba dan filtrat umbi gadung pada konsentrasi 0% adalah sebesar 15,15 gram, konsentrasi 10%  adalah  sebesar 10,42  gram, konsentrasi 15%  adalah  sebesar 11,23 gram dan konsentrasi 20% adalah sebesar 12,29 gram.

Berdasarkan  hasil  penelitian  ini  disimpulkan  bahwa  campuran  ekstrak  biji mimba dan filtrat umbi gadung pada konsentrasi 10 % berpengaruh signifikan dalam meningkatkan  retensi dan menekan kehilangan berat kayu kelapa. Disarankan untuk penelitian selanjutnya agar menggunakan konsentrasi antara 1% - 10% .