Tugas Akhir Jurusan Teknik Bangunan - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI PELAKSANAAN KONSTRUKSI DINDING PENAHAN TANAH PADA PEMBANGUNAN APARTEMEN MENARA SOEKARNO HATTA MALANG

Alvian Nur Rahman

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahman, Alvian Nur. 2011. Studi Pelaksanaan Konstruksi Dinding Penahan Tanah Pada Pembangunan Apartemen Menara Soekarno Hatta Malang. Proyek Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing, Drs, I Wayan Jirna M.T.

 

Kata Kunci: Pelaksanaan, dinding penahan tanah

 

Dinding penahan tanah merupakan suatu konstruksi untuk mencegah suatu kelongsoran pada daerah yang miring. Studi pelaksanaan ini bertujuan mengetahui cara pembuatan konstruksi dinding penahan tanah yaitu tentang metode penulangan, bekisting, pengecoran dan perawatan beton. Manfaat dari studi pelaksanaan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dalam pengajaran dalam bidang Teknik Sipil tentang dinding penahan tanah.

Dinding penahan tanah dapat ditinjau dari 4 kategori dasar yaitu Dinding Gravitasi (Gravity Wall), Dinding rusuk penguat (Counterfoart Wall), Dinding Konsol (Cantilever Wall), dan Soil nailing.

Studi pelaksanaan ini dilaksanakan pada proyek pembangunan Apartemen Menara Soekarno Hatta Malang, jl. Soekarno Hatta No.2 Malang. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, tanya jawab, dan dokumentasi.

Dari hasil studi pelaksanaan disimpulkan jenis dinding penahan tanah pada proyek ini dilihat dari fungsi dan ukuran merupakan dinding penahan tanah jenis soil nailing. Pada pekerjaan penulangan dinding penahan tanah ini dilaksanakan di lapangan. Tulangan yang dipakai untuk dinding penahan tanah ini pada bagian balok penahan dan paku menggunakan tulangan ulir D 19 mm serta tulangan polos Ø 8 mm untuk beugel atau sengkang. Pelaksanaan  bekisting menggunakan bahan meliputi; kayu dengan ukuran 5/7 dan 2/3 serta multiplek ukuran 10 mm. Alat yang digunakan antara lain adalah; palu, paku, pensil, benang, meteran, gergaji. Pada proyek ini pengecoran ini dilakukan dengan menggunakan Readymix yang langsung didatangkan dari perusahaan SPU Mix dengan mutu beton K 300. Teknis pengecoran dengan menggunakan bucket yang diangkat menggunakan Tower Crane.

Hasil studi ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa ketidaksesuaian pelaksanaan dinding penahan tanah dari segi pelaksanaan dengan kajian teori. Pada pelaksanaaan perangkaian tulangan tidak diberi penahan jarak (beton tahu) serta tidak adanya lantai kerja, pemadatan dilakukan tidak sempurna, dan tidak adanya perawatan khusus pada beton. Berdasarkan studi ini disarankan dalam pelaksanaan dinding penahan tanah dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan dalam kajian teori yang ada, sehingga tidak terjadi kesalahan atau penyimpangan dalam pelaksanaan proyek. Pada akhirnya dapat mencapai kualitas beton yang baik.