Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Alokasi Biaya Bersama dalam Produksi Gula pada PTPN X (PERSERO) PG. Lestari, Patianrowo.

EPPY DIAN PITONO

Abstrak


ABSTRAK

 

Pitono, Eppy Dian. 2010. Analisis Alokasi Biaya Bersama dalam Produksi Gula pada PTPN X (PERSERO) PG. Lestari, Patianrowo. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ika Putri Larasati, SE., MCom.

 

Kata Kunci: alokasi biaya bersama, produk utama dan sampingan, metode nilai jual relatif.

 

Produk gabungan atau produk bersama (joint product) diproduksi secara bersamaan melalui suatu proses atau serentetan proses umum, dimana setiap produk yang dihasilkan memiliki lebih dari nominal dalam bentuk sesuai dengan hasil pemrosesan tersebut sehingga biaya bersama akan timbul untuk berbagai jenis produk yang dihasilkan. Biaya bersama merupakan biaya yang muncul dari produksi secara simultan atas berbagai produk dalam proses yang sama. Produk yang dihasilkan dari proses tersebut dapat digolongkan menjadi produk utama dan produk sampingan. Alokasi biaya bersama kepada produk bersama perlu dilakukan untuk menentukan harga pokok produksi.

PG. Lestari, Patianrowo memproduksi gula sebagai produk utama dan tetes sebagai produk sampingan. Dalam proses produksi gabungan akan timbul biaya bersama. Biaya bersama ini perlu dialokasikan untuk mengetahui berapa kontribusi masing-masing produk bersama terhadap seluruh laba yang dihasilkan perusahaan.

Metode yang digunakan oleh PG. Lestari, Patianrowo dalam mengalokasikan biaya bersama adalah dengan cara membagi total nilai harga jual setiap produk dengan total nilai jual seluruh produk yang diproduksi yang akan menghasilkan rasio dari masing-masing jenis produk. Rasio ini kemudian dikalikan dengan total biaya bersama sehingga harga pokok produksi dapat diketahui atau disebut metode nilai jual relatif. Biaya produksi bersama pada PG. Lestari, Patianrowo diperoleh dari menambahkan biaya pimpinan dan tata usaha, penyusutan aktiva tetap, pembibitan, tebu giling, tebang dan angkut tebu, pabrik, pengolahan, dan pengemasan.

Metode nilai jual relatif yang digunakan PG.Lestari, Patianrowo sudah sesuai dengan teori akuntansi biaya bersama namun masih terdapat kelemahan dalam menghitung total biaya bersama karena tidak dijelaskan dan diklasifikasikan biaya-biaya yang termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik. Hal ini menyebabkan biaya yang dilaporkan pada laporan produksi gula PG. Lestari, Patianrowo (termasuk biaya untuk memproduksi atau bukan) tidak dapat diketahui.

PG. Lestari, Patianrowo sebaiknya tetap mempertahankan menggunakan alokasi biaya bersama berdasarkan nilai jual relatif dalam mengalokasikan produk bersama dan menghitung biaya produksi bersama diklasifikasikan berdasarkan tiga elemen biaya produksi, yaitu biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik sehingga dapat diketahui yang termasuk biaya produksi dan yang bukan termasuk biaya produksi.