Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Uji Organoleptik dan Analisis Daya Terima Konsumen terhadap Jajanan “Cigareng Crispy

Ayu Dwi Rindrawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Rindrawati, Ayu Dwi. 2017. Uji Organoleptik dan Analisis Daya Terima Konsumen terhadap Jajanan “Cigareng Crispy” (Aci Garut Goreng Crispy). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aisyah Larasati, Ph.D. (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd.

 

Kata Kunci: pati garut, organoleptik, daya terima konsumen

Salah satu alternatif yang dilakukan untuk memperkenalkan bahan pangan lokal kepada masyarakat adalah membuat inovasi makanan seperti “cigareng” yang merupakan inovasi dari jajanan cireng. Bahan baku cireng yang terbuat dari tapioka diganti dengan pati garut dimaksudkan untuk pemanfaatan bahan lokal yaitu garut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi cigareng crispy, mutu hedonik cigareng crispy, dan hedonik (kesukaan) cigareng crispy.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor yaitu jenis tepung. Panelis yang terlibat adalah panelis agak terlatih sejumlah 50 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji T sampel bebas.

Berdasarkan penelitian, formulasi yang dipilih yaitu cigareng crispy dengan menggunakan pati garut sebanyak 100% tanpa terigu dan menggunakan proses biang. Penggunaan pati garut sebagai pengganti tapioka dalam pembuatan cigareng crispy menyebabkan perbedaan yang signifikan terhadap mutu hedonik (warna sebelum digoreng, warna sesudah digoreng, tekstur, dan rasa). Penggunaan pati garut sebagai pengganti tapioka tidak menyebabkan perbedaan yang signifikan terhadap skor hedonik (warna sebelum digoreng, warna sesudah digoreng, dan rasa), namun menyebabkan perbedaan yang signifikan terhadap skor hedonik tekstur. Panelis lebih menyukai tekstur cigareng crispy karena memiliki tekstur yang lebih crispy dibandingkan tekstur cireng crispy tapioka.

ABSTRACT

 

Rindrawati, Ayu Dwi. 2017. Organoleptic Test and Analysis of Consumer Acceptance on “Cigareng Crispy” Snack (Aci Garut Goreng Crispy). Mini Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Supervisors: (I) Aisyah Larasati, Ph.D. (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd.

 

Key words: arrowroot starch, organoleptic, consumer acceptance

One of the ways to promote local foods to people was making food innovations such as “cigareng” which was an innovation of cireng snack. The arrowroot starch was used as the main ingredient of cireng instead of tapioca. Its purposes were to make use of the local. This study aimed to know the formulation of cigareng crispy, and hedonic quality of cigareng crispy.

The design of the study used was Randomized Complete Block Design with one primary factor which was the type of flour. The panelists involved were 50 people of semi-trained panelists. The data analysis technique used for the hedonic quality test and hedonic test was Independent Sample T-Test.

 

Based on the study, the formulation of cigareng crispy that met the expected product resulted was 100% of arrowroot starch without wheat flour and cultivation process. The use of arrowroot starch as the subtitution of tapioca in making cigareng crispy caused a significant difference towards the hedonic quality (colour before frying process, colour after frying process, texture, and taste). The use of arrowroot starch as the subtitution of tapioca in making cigareng crispy did not cause a significant difference towards the result of  the hedonic test (colour before frying process, colour after frying process, and taste). However, the use of arrowroot starch cause a significant difference towards the result of texture hedonic test. Cigareng crispy was preferred by the consumer because its texture was more crispy compared with tapioca cireng crispy.