Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Hasil Belajar Antara Model Contextual Teaching and Learning dengan Model Problem Base Learning pada Mata Pelajaran Ilmu Gizi Kelas X SMK Negeri 3 Malang

Desy Nasrani Kumala Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, Problem Base Learning, Hasil belajar

Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Gizi pada sekolah yang diobservasi di kegiatan awal tergolong rendah. Faktor penyebabnya karena kesulitan belajar siswa dalam memahami materi yang disampaikan, kurang komunikasi dan interaksi antar siswa dalam kegiatan belajar,masih ada siswa yang belum berani mengungkapkan pendapat baik dalam diskusi maupun di dalam kegiatan belajar. Upaya untuk mengatasi permasalahan yang ada yaitu dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning(CTL). Model CTL dipilih karena konsep pembelajaran tersebut mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran akan lebih bermakna dan dapat dipahami oleh siswa.

Tujuan penelitian ini adalah menemukan data empirik perbedaan hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model Contextual Teaching and Learning(CTL)dengan siswa yang diberi perlakuan model Problem Base Learning(PBL). Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen menggunakan desain the nonequivalent control group design, dengan jumlah sample 72 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan tes. Observasi dilakukan untuk memberikan penilaian pada ranah psikomotor, sedangkan tes dilakukan pada penilaian ranah kognitif. Analisis data yang digunakan untuk melihat perbedaan hasil belajar ranah kognitif menggunakan uji beda dengan t test.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan hasil belajar ranah kognitif yaitu meningkatnya hasil belajar siswa. Pada kelas dengan model CTL rata-rata pre test pokok bahasan pertama sejumlah 59,8 dan pre test pokok bahasankedua menunjukkan nilai 61,08,kemudian rata-rata meningkat menjadi 78,1 pada post testpokok bahasan pertama dan 83,05 pada post testpokok bahasan kedua, sedangkan pada kelas dengan model PBL juga menunjukkan adanya perubahan dengan nilai rata-rata pre test pokok bahasan pertama 65,21, dan pada pre test pokok bahasan kedua menunjukkan rata-rata 66,54, kemudian rata-rata meningkat  dengan nilai 72,16 pada post test pokok bahasan pertama dan 73,21 pada post testpokok bahasan kedua. Hasil analisis uji perbedaan menggunakan t test menunjukkan thitung0,739tabel  2,031, artinya tidak ada perbedaan hasil belajar ranah kognitif pada kedua kelas tersebut, walaupun mean kedua model tersebut rata-rata naik tetapi tidak signifikan.

 

Hasil belajar psikomotor pada kelas dengan model CTL dan kelas model PBL secara statistik menunjukkan hasil yang sama baiknya, namun mean hasil model CTL sedikit lebih tinggi daripada PBL dengan selisih nilai 2,73.