Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Kandungan Boraks dan Preferensi Konsumen pada Kerupuk Puli yang di Perdagangkan di Kabupaten Blitar

DESY PUTRIANA DEWI

Abstrak


ABSTRAK

 

Dewi, Desy Putriana. 2016. Analisis Kandungan Boraks dan Preferensi Konsumen pada Kerupuk Puli yang di Perdagangkan di Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Dra. Rina Rifqie Mariana, M.P. (II). Laili Hidayati, S.Pd, M.Si.

 

Kata Kunci : Boraks, Preferensi, Kerupuk Puli.

Penggunaan bahan berbahaya masih banyak di temukan di berbagai makanan salah satunya adalah makanan tradisional kerupuk puli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan boraks pada kerupuk puli, mengetahui tingkat pengetahuan konsumen terhadap boraks dan garam bleng, serta preferensi konsumen berdasarkan usia, alasan membeli kerupuk puli dan tingkat kepentingan atribut.

Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, pengujian kandungan boraks menggunakan borax main reagen, sampel kerupuk puli didapatkan secara acak dengan jumlah 12 sampel dan teknik pengambilan responden menggunakan metode accidental sampling sebanyak 400 responden dengan usia 20-49 tahun. Preferensi konsumen dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif.

Hasil penelitian menunjukan 9 dari 12 sampel positif mengandung boraks. Konsumen kerupuk puli paling banyak adalah usia 45-49 tahun. Responden yang mengetahui tentang boraks sebesar 94,8% dan bleng 92%, responden yang menyatakan garam bleng tidak boleh di gunakan untuk makanan sebesar 50,7%. Menurut responden garam bleng masih banyak ditemukan di pasar. Preferensi konsumen berdasarkan alasan responden dalam membeli kerupuk puli yang pertama adalah karena rasa, alasan kedua tekstur, alasan ketiga harga, alasan keempat warna, alasan kelima bentuk dan alasan keenam adalah kemasan kerupuk puli. Preferensi konsumen berdasarkan tingkat kepentingan atribut yang pertama adalah atribut rasa, kedua atribut warna, ketiga atribut bentuk, keempat atribut kemasan dan kelima atribut tekstur, sedangkan atribut harga dianggap tidak terlalu penting atau biasa.