Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

analisis kandungan boraks, kadar protein dan kadar lemak pada bakso di kecamatan klojen kota malang

dwi indriani.

Abstrak


ABSTRAK

 

Indriani, Dwi. 2017. Analisis Kandungan Boraks, Kadar Protein dan Kadar Lemak Pada Bakso Di Kecamatan Klojen Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Rina Rifqie Mariana, M.P. (II) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes.

 

Kata Kunci: Bakso, Boraks, Protein, Lemak

 

Bakso merupakan salah satu kuliner unggulan khas Kota Malang yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya kota Malang. Meskipun bakso sangat populer di kalangan masyarakat, nyatanya pengetahuan masyarakat tentang bakso yang aman untuk dikonsumsi masih kurang. Berdasarkan beberapa penelitian menunjukkan bakso merupakan makanan yang sering menggunakan boraks. Boraks merupakan bahan tambahan yang dilarang penggunaannya pada makanan. Pada produk bakso boraks digunakan untuk memperpanjang masa simpan. Bahan utama bakso adalah daging kandungan gizi yang terdapat pada daging berbeda-beda terutama kandungan protein dan lemaknya.

Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui kandungan boraks pada bakso yang dijual di kios permanen di Kecamatan Klojen Kota Malang, 2) untuk mengetahui kadar protein pada bakso yang dijual di kios permanen di Kecamatan Klojen Kota Malang, 3) untuk mengetahui kadar lemak bakso yang dijual di kios permanen di Kecamatan Klojen Kota Malang. Penelitian in merupakan penelitian deskriptif, teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh dan simple random sampling. Analisis kandungan boraks menggunakan reagen BMR dan analisis kadar protein menggunakan metode semi mikro-kjeldahl dan analisis kadar lemak menggunakan metode soxhlet.

Hasil penelitian ini adalah dari 23 sampel bakso yang dianalisis, semua sampel tidak terbukti mengandung boraks, kadar protein pada 7 sampel bakso yang dianalisis semua sampel memenuhi Standar Nasional Indonesia 2014 yaitu kadar protein minimal 11%, kadar lemak pada 7 sampel bakso yang dianalisis semua sampel tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia 2014 yaitu kadar lemak maksimal 10%. Disarankan bagi peneliti lanjut untuk melakukan penelitian analisis kandungan boraks menggunakan metode yang lebih akurat, diperluas analisis kandungan nutrisi lainnya dan diperluas lagi area penelitian.