Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Kecakapan Literasi Informasi Dengan Sikap Higiene-Sanitasi Dan Kesehatan-Keselamatan Kerja Siswa SMK Program Keahlian Tata Boga Di Kota Malang

Putri Ayustha Wardhani, Putri Ayustha Wardhani

Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecakapan literasi informasi yang dimiliki siswa kelas XI SMK Program Keahlian Tata Boga di kota Malang serta hubungannya dengan sikap higiene-sanitasi dan kesehatan-keselamatan  kerja. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 269 siswa. Sampel ditentukan dengan menggunakan rumus slovin dan menghasilkan jumlah sampel sebanyak 160 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara proporsional random sampling.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki: (1) kecakapan literasi informasi dengan klasifikasi sangat baik sebanyak 9,4%, baik 81,2%, cukup baik 9,4%, kurang baik 0%. Kecakapan literasi informasi tersebut terdiri dari 6 kemampuan,yaitu: (a) mendefinisikan masalah dengan klasifikasi sangat baik 31,25%, baik 52,5%, cukup baik 7,5%, kurang baik 0% (b) menggunakan strategi pencarian informasi dengan klasifikasi sangat baik 13,7%, baik 67,6%, cukup baik 18,7%, kurang baik 0% (c) menentukan lokasi dan cara mengakses dengan klasifikasi sangat baik 7,5%, baik 60,6%, cukup baik 31,9%, kurang baik 0% (d) menggunakan informasi dengan klasifikasi sangat baik, 30 %, baik 53,7%, cukup baik 16,3%, kurang baik 0%. (d) mensintesa informasi dengan klasifikasi sangat baik 11,9%, baik 67,5%, cukup baik 20,7%, kurang baik 0%. (f) melakukan evaluasi dengan klasifikasi sangat baik 7,5%, baik 58,1%, cukup baik 34,4%, kurang baik 0%. (2) Sikap higiene-sanitasi dengan klasifikasi sangat baik 18,1%, baik 61,9%, cukup baik 20%, kurang baik 0% (3) sikap kesehatan-keselamatan  kerja dengan klasifikasi sangat baik 18,1%, baik 58,1%, cukup baik 23,8%, kurang baik, 0% baik (4) ada hubungan yang signifikan antara kemampuan mendefinisikan masalah, menggunakan strategi pencarian informasi, menentukan lokasi dan akses, menggunakan informasi, mengevaluasi informasi dengan sikap higiene-sanitasi. Tidak ada hubungan signifikan antara  kemampuan mensintesa informasi dengan sikap higiene-sanitasi (5) ada hubungan yang signifikan antara kemampuan mendefinisikan masalah, menggunakan strategi pencarian informasi, menentukan lokasi dan akses, menggunakan informasi, mengevaluasi informasi dengan sikap kesehatan-keselamatan  kerja. Tidak ada hubungan yang signifikan antara  kemampuan mensintesa informasi dengan sikap kesehatan-keselamatan  kerja (6) ada hubungan yang signifikan secara simultan antara kecakapan literasi informasi dengan sikap higiene-sanitasi (7) Ada hubungan yang signifikan antara  kecakapan literasi informasi dengan sikap kesehatan-keselamatan  kerja.

Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar siswa memiliki kecakapan literasi informasi yang baik, memiliki sikap higiene-sanitasi, dan kesehatan-keselamatan  kerja yang baik. Saran bagi peneliti lain untuk memfokuskan penelitian terhadap variabel lain diluar literasi informasi yang mempengaruhi sikap higiene-sanitasi dan kesehatan-keselamatan  kerja yang dimiliki siswa. Bagi guru mengintegrasikan langkah-langkah literasi informasi dalam pembelajaran.