Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Persepsi terhadap Pola Asuh Orang Tua dengan Kebiasaan Jajan Anak Usia 7-9 Tahun.

Rahmania Sulastri

Abstrak


ABSTRAK

 

Sulastri, Rahmania. 2016. Hubungan antara Persepsi terhadap Pola Asuh Orang Tua dengan Kebiasaan Jajan Anak Usia 7-9 Tahun. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Teti Setiawati, M.Pd; (II) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat., S.T, M.Pd.

 

Kata Kunci: persepsi, pola asuh, kebiasaan jajan

Persepsi terhadap pola asuh orang tua merupakan cara pandang anak terhadap pola asuh yang diberikan orang tua. Persepsi ini ditinjau dari 4 aspek yaitu kendali/kontrol, tuntutan, komunikasi dan kasih sayang.

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan persepsi anak usia 7-9 tahun terhadap pola asuh orang tua di SDN Banjaran Kediri, (2) mendeskripsikan kebiasaan jajan anak usia 7-9 tahun di SDN Banjaran Kediri, (3) mengetahui ada tidaknya hubungan antara persepsi anak terhadap pola asuh orang tua dengan kebiasaan jajan anak usia 7-9 tahun di SDN Banjaran Kediri. Populasi penelitian ini adalah anak usia 7-9 tahun pada SDN di Kelurahan Banjaran Kediri tahun pelajaran 2015/2016 dengan total populasi sebanyak 525. Sampel 131 ditentukan dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket/kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan korelasional.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi anak terhadap pola asuh orang tua sebagian besar (97,71%) diklasifikasikan baik, (2) kebiasaan jajan anak usia 7-9 tahun sebagian besar (98,47%) diklasifikasikan baik, (3) ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi anak tentang pola asuh orang tua dengan kebiasaan jajan anak usia 7-9 tahun (p value= 0,000) dengan nilai r= 0,550. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) persepsi anak usia 7-9 tahun terhadap pola asuh orang tua dikategorikan baik, (2) kebiasaan jajan anak usia 7-9 tahun dikategorikan baik, (3) ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi anak terhadap pola asuh orang tua dengan kebiasaan jajan anak usia 7-9 tahun. Saran yang dapat disampaikan adalah (1) bagi sekolah hendaknya dapat mengawasi anak untuk lebih selektif terhadap jajan apa yang mereka konsumsi, (2) bagi anak hendaknya menerima dengan positif pola asuh dari orang tua dan lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap jajanan yang ada, dan (3) bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah waktu pengamatan mengingat bahwa kebiasaan terbentuk dalam waktu yang cukup lama dan melakukan wawancara terhadap guru UKS dan orang tua.