Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Tindak Lanjut Pembelajaran dalam Kelompok Mata Pelajaran Produktif Kompetensi Keahlian Jasa Boga (Studi Kasus pada Kelas X SMKN 3 Blitar)

Theresia Melina Ary Widyastuti

Abstrak


ABSTRACT

 

Widyastuti, T.M.A. 2016. Implementasi Tindak Lanjut Pembelajaran dalam Kelompok Mata Pelajaran Produktif Kompetensi Keahlian Jasa Boga (Studi Kasus pada Kelas X SMKN 3 Blitar). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T, M.Pd., (II) Dra. Teti Setiawati, M.Pd.

Kata Kunci:tindaklanjut, pembelajaran, remedial, pengayaan.

Fokus penelitian ini adalah (1) kebijakan kepala SMKN 3 Blitar mengenai tindak lanjut pembelajaran; (2) perencanaan remedial; (3) kegiatan remedial; (4) faktor pendukung pelaksanaan remedial; (5) faktor penghambat pelaksanaan remedial; (6) perencanaan pengayaan; (7) pelaksanaan pengayaan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Informan penelitian ini adalah pimpinan SMKN 3 Blitar, guru kelompok mata pelajaran produktif kelas X, dan siswa kelas X SMKN 3 Blitar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan memakai teknik triangulasi.

Temuan penelitian ini adalah (1) kebijakan kepala SMKN 3 Blitar mengenai tindak lanjut pembelajaran, khususnya tentang remedial dan pengayaan diserahkan sepenuhnya kepada guru mata pelajaran, evaluasi tindak lanjut pembelajaran dilakukan jika siswa masih mendapatkan nilai di bawah KKM, tidak ada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengatur tindak lanjut pembelajaran; (2) perencanaan pembelajaran remedial tidak dicantumkan dalam RPP sebagaimana diindikasikan oleh direktorat pembinaan SMK (2014); (3) pelaksanaan remedial di SMKN 3 Blitar dilakukan dengan cara memberikan soal yang sama dengan soal ulangan. Siswa yang masih mendapatkan nilai di bawah KKM akan diberikan tugas, guru di SMKN 3 Blitar rata-rata menggunakan metode yang sama dalam melaksanakan remedial; (4) faktor pendukung kegiatan remedial di SMKN 3 Blitar adalah motivasi siswa untuk dapat menguasai suatu kompetensi yang di ajarkan oleh guru, beberapa siswa merasa malu dan minder jika mendapatkan nilai di bawah KKM; (5) faktor penghambat remedial adalah siswa yang mengerjakan remedial ala kadarnya, tidak hadir dalam kegiatan remedial dan kegiatan-kegiatan di luar sekolah dan kegiatan yang bersifat insidental sehingga guru lebih fokus dalam mengejar penyampaian materi; (6) guru tidak mencantumkan perencanaan pengayaan di dalam RPP; (7) pengayaan dilakukan dengan memberikan tugas tambahan kepada semua siswa.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) kebijakan beracuan pada pencapaian KKM; (2) tidak dicantumkan perencanaan remedial dalam RPP; (3) guru melaksanakan remedial dengan metode dan soal yang sama dengan ulangan sebelumnya; (4) siswa memiliki motivasi, merasa malu dan minder jika mengikuti remedial; (5) siswa tertentu mengerjakan remedial ala kadarnya dan tidak hadir dalam remedial. Guru fokus pada kecukupan penyampaian materi di kelas; (6) pengayaan dilakukan dengan memberi tugas kepada semua siswa.

Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian pengembangan tentang SOP implementasi tindak lanjut pembelajaran.