Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013

Adinda Resharnani Triastuti

Abstrak


ABSTRACT

 

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PRAKARYA

DAN KEWIRAUSAHAAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013

(Studi Kasus pada Paket Keahlian Jasa Boga SMKN 2 Malang)

Adinda Resharnani Triastuti

Dwi Agus Sudjimat

Lismi Animatul Chisbiyah

Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Malang

Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Email: artha_adhien@yahoo.com

Abstrak: Fokus penelitian ini untuk mengetahui: (1) kebijakan

sekolah; (2) pelaksanaan pembelajaran; (3) kendala dalam pelaksanaan

pembelajaran; dan (4) pemecahan masalah atas kendala dalam pelaksanaan

pembelajaran mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan berdasarkan

Kurikulum 2013 di SMKN 2 Malang. Penelitian ini menggunakan

pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.

Informan pada penelitian ini adalah guru mata pelajaran Prakarya dan

Kewirausahaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah

observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian adalah SMKN 2

Malang yang beralamat di Jalan Veteran No. 17 Kota Malang. Pengecekan

keabsahan temuan dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi.

Hasil temuan dari penelitian ini: (1) pemilihan bidang yang

dilaksanakan pada lingkup materi dan pembelajaran mata pelajaran

Prakarya dan Kewirausahaan tidak sesuai dengan kebijakan pada Direktorat

Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan; (2) perencanaan pembelajaran

disusun dan dilaksanakan sesuai pendekatan saintifik pada Kurikulum 2013

yang tertera pada Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013, pembelajaran yang

dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pada Permendikbud Nomor 105

Tahun 2014, pelaksanaan penilaian tidak sesuai dengan Peraturan Menteri

Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2014;

(3) kendala yang dialami pada pembelajaran meliputi keterbatasan waktu

belajar di kelas, pengembangan materi oleh guru, dan penilaian yang

dilaksanakan pada pembelajaran; (4) upaya guru dalam mengembangkan

materi pembelajaran sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014, strategi guru

dalam mengatasi pelaksanaan penilaian pada kegiatan praktikum tidak

sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 104

Tahun 2014.

Kata Kunci: implementasi, kurikulum 2013, prakarya dan kewirausahaan

ABSTRACT

The focus of this research was to know: (1) the policy of

school; (2) learning implementation; (3) the obstacles of learning

implementation and (4) the resolution of the obstacles in teaching

implementation of Precraft and Entrepreneurship subject based on 2013th

curriculum in SMKN 2 Malang. This research was a case study research

with descriptive qualitative approach. The informant in this research was a

teacher of Precraft and Entrepreneurship subject. The data was collected

through the technique of observation, interview and documentation. The

location was in SMKN 2 Malang which located at Veteran street, No 17

Malang. The validity of invention was checked through the technique of

triangulation.

The invention of this research consisted of: (1) the policy about sector

selection on the scope of Precraft and Entrepreneurship subject was through

the agreement of teachers, which were the diligence (handicraft), culture

and processing; (2) the learning implementation of those selected sectors

were applied for one semester thoroughly on the skill program of class X.

The formulation and application of the planning of learning was refer to the

scientific approach of 2013th curriculum which has regulated in

Permendikbud No 65 about the standard process; (3) the obstacles that

experienced on the process of learning were consisted of time limitedness,

the material development by the teachers and the assessment of the

learning; (4) the resolution of those obstacles was overcome the time

limitedness and continuity of the process by giving the task to students to

do the independent practice at home which documented and reported to the

teachers.

Keywords: implementation, 2013th curriculum, precraft and entrepreneurship

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menunjang pendidikan di Indonesia, salah satunya yaitu dengan penyempurnaan kurikulum. Kurikulum 2013 merupakan

tindak lanjut dari kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang pernah

diujicobakan pada tahun 2004. KBK atau Competency Based Curriculum menjadi acuan dan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan dalam mengembangkan tiga ranah pendidikan, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap, khususnya pada

jalur pendidikan sekolah (Mulyasa,

2014:66).

Sesuai dengan karakter yang

diutamakan pada Kurikulum 2013 bahwa

peserta didik dituntut untuk memiliki

sikap, pengetahuan, dan keterampilan,

maka ketiga kompetensi tersebut disajikan

pada setiap mata pelajaran sebagai Standar

Kompetensi Lulusan (SKL) yang salah

satunya, yaitu pada mata pelajaran

Prakarya dan Kewirausahaan. Mata

pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan

merupakan salah satu mata pelajaran wajib

Kelompok B bagi siswa SMA/MA dan

SMK/MAK sederajat. Lingkup materi dan

pembelajaran mata pelajaran Prakarya dan

Kewirausahaan berasal dari empat bidang,

yaitu Rekayasa, Kerajinan, Pengolahan,

dan Budidaya. Berdasarkan buku

pendampingan Implementasi Kurikulum

2013 SMK, sekolah dapat memilih dua

dari empat bidang tersebut sesuai dengan

Paket Keahlian yang diselenggarakan.

Struktur Kurikulum 2013 telah

menjabarkan kompetensi-kompetensi yang

harus dicapai oleh peserta didik pada mata

pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.

Kompetensi tersebut mengharuskan peserta

didik untuk menganalisis desain produk,

sumber daya, proses produksi, hingga

kewirausahaan suatu bidang tertentu.

Selanjutnya, peserta didik diharapkan

mampu mendesain produk, mendesain

kemasan produk, mengidentifikasi

kebutuhan sumber daya, hingga

merencanakan proses produksi.

Berdasarkan observasi awal yang

dilakukan di SMK Negeri 2 Malang,

ditemukan beberapa kasus pada

pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran

Prakarya dan Kewirausahaan. SMK Negeri

2 Malang memiliki kendala dalam

pelaksanaan pembelajaran dan memiliki

kebijakan yang berbeda dalam pelaksanaan

bidang pada lingkup dan pembelajaran

mata pelajaran Prakarya dan

Kewirausahaan yang dipilih. Perbedaan

kebijakan tersebut terdapat pada  bidang

kerajinan, budidaya, dan pengolahan yang

dilaksanakan pada pembelajaran mata

pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.

Hal tersebut berbeda dengan kebijakan

pada beberapa sekolah yang melaksanakan

2 dari 4 bidang yang tersedia dalam

lingkup dan pembelajaran mata pelajaran

Prakarya dan Kewirausahaan.

SMK Negeri 2 Malang melaksanakan

3 bidang selama 2 semester pada lingkup

dan pembelajaran mata pelajaran Prakarya

dan Kewirausahaan, yaitu bidang

kerajinan, budidaya, dan pengolahan. Hal

tersebut tidak sejalan dengan  Direktorat

Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

(2014:12) yang menyatakan bahwa sekolah

memilih 2 dari 4 bidang yaitu rekayasa,

kerajinan, pengolahan, dan budidaya sesuai

dengan Paket Keahlian yang

diselenggarakan dan dilaksanakan 1 bidang

dalam 1 semester.

Perbedaan lain yang ditemukan pada

beberapa sekolah yaitu pelaksanaan bidang

pengolahan pada pembelajaran mata

pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.

Beberapa SMK yang menerapkan

Kurikulum 2013 tidak melaksanakan

bidang pengolahan pada pembelajaran

mata pelajaran Prakarya dan

Kewirausahaan, khususnya pada SMK

yang memiliki Program Keahlian Tata

Boga Paket Keahlian Jasa Boga. Hal

tersebut dikarenakan peserta didik pada

Paket Keahlian Jasa Boga memiliki

kompetensi di bidang pengolahan,

sehingga pembelajaran lebih difokuskan

pada bidang lain yang tidak dimiliki

peserta didik.

Berdasarkan informasi dari hasil

observasi awal tentang pelaksanaan mata

pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan

pada Paket Keahlian Jasa Boga di SMK

Negeri 2 Malang, maka peneliti ingin

menggali dan mengidentifikasi lebih dalam

mengenai pelaksanaan mata pelajaran

Prakarya dan Kewirausahaan pada Paket

Keahlian Jasa Boga berdasarkan

Kurikulum 2013 serta kendala dalam

pembelajaran berikut pemecahan

masalahnya. Peneliti terdorong untuk

mengangkatnya menjadi sebuah judul

skripsi dengan judul “Implementasi

Pembelajaran mata pelajaran Prakarya dan

Kewirausahaan berdasarkan Kurikulum

2013 (Studi Kasus pada Paket Keahlian

Jasa Boga SMKN 2 Malang)”.

 

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian

deskriptif dengan pendekatan kualitatif.

Penelitian menggunakan pendekatan

kualitatif karena bertujuan untuk

mendeskripsikan permasalahan yang

dikaji, yaitu pemilihan bidang yang

berkaitan dengan kebijakan sekolah,

pelaksanaan pembelajaran, kendala dalam

pembelajaran serta pemecahan masalah

pada pembelajaran mata pelajaran

Prakarya dan Kewirausahaan berdasarkan

Kurikulum 2013 di SMK Negeri 2 Malang. 

Jenis penelitian ini adalah studi kasus.

Jenis penelitian ini bermaksud untuk

mendeskripsikan dan menelaah secara

mendalam mengenai pembelajaran Mata

Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan

berdasarkan Kurikulum 2013.

 

B. Kehadiran Peneliti

Kehadiran peneliti dalam penelitian

adalah sebagai pengamat, pewawancara,

pengumpul data, menganalisis data, dan

melaporkan hasil penelitian. Peran peneliti

dalam penelitian ini adalah sebagai

instrumen kunci yang menyadari bahwa

dirinya merupakan perencana, pengumpul

dan penganalisa data, sekaligus menjadi

pelapor.

 

 

C. Sumber Data

Penelitian ini menggunakan dua

sumber data yaitu sumber data primer dan

sumber data sekunder. Sumber data primer

digunakan untuk mendapatkan data yang

akurat karena sumber data ini adalah

informasi langsung yang diperoleh oleh

peneliti yaitu observasi, interview

(wawancara) dan dokumentasi, sedangkan

sumber data sekunder dapat diperoleh dari

foto-foto atau dokumen lainnya yang dapat

memperkaya data primer.

Informan kunci (key informan) dalam

penelitian ini  adalah dua orang guru mata

pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan

yang mengajar kelas X pada Paket

Keahlian Tata Boga.

 

D. Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data dalam

penelitian ini adalah observasi, wawancara,

dan dokumentasi

 

E. Pengecekan Keabsahan Temuan

Pengecekan keabsahan data yang

dilakukan dalam penelitian ini adalah

triangulasi teknik.

 

F. Analisis Data

Langkah-langkah yang ditempuh

dalam analisis data pada penelitian ini

yaitu 1) pengecekan kelengkapan data

yang meliputi catatan hasil observasi,

dokumentasi dan hasil wawancara; 2)

pengklasifikasian data berupa data

observasi, dokumentasi, dan hasil

wawancara yang kemudian diorganisir dan

dikelompokkan untuk mempermudah

proses analisis data; dan 3) penarikan

kesimpulan dari hasil observasi,

dokumentasi dan wawancara.

 

PAPARAN DATA DAN

PEMBAHASAN

Data yang diperoleh dikelompokkan

sebagai berikut (a) kebijakan sekolah, (b)

pelaksanaan pembelajaran, (c) kendala

dalam pelaksanaan pembelajaran, (d)

pemecahan masalah atas kendala dalam

pelaksanaan pembelajaran.

 

 

 

 

 

A. Kebijakan Sekolah

Kebijakan sekolah dalam memilih

bidang pada lingkup materi dan

pembelajaran yang dilaksanakan pada mata

pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan,

yaitu kerajinan, budidaya, dan pengolahan.

Berdasarkan hal tersebut, pemilihan bidang

oleh sekolah tidak sesuai dengan

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah

Kejuruan (2014:12) yang menyatakan

bahwa lingkup materi dan pembelajaran

mata pelajaran Prakarya dan

Kewirausahaan berasal dari 4 bidang, yaitu

rekayasa, kerajinan, pengolahan, dan

budidaya. Sekolah memilih 2 aspek dari 4

aspek tersebut.

Bidang kerajinan, budidaya, dan

pengolahan pada mata pelajaran Prakarya

dan Kewirausahaan dilaksanakan selama 2

semester. Hal tersebut tidak sesuai dengan

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah

Kejuruan (2014:12) yang menyatakan

bahwa sekolah melaksanakan 1 aspek

dalam 1 semester. Pelaksanaan ketiga

bidang tersebut dalam 2 semester tidak

dapat dilaksanakan secara maksimal,

sehingga kompetensi yang diperoleh siswa

dari ketiga bidang tersebut juga tidak dapat

diperoleh secara maksimal.

 

B. Pelaksaaan Pembelajaran 

Pelaksanaan pembelajaran berikut

tidak berbatas pada penyusunan RPP,

kegiatan pembelajaran, atau proses

penilaian, melainkan pada operasional

pelaksanaan pembelajaran secara

keseluruhan. Operasional pelaksanaan

pembelajaran meliputi hal-hal yang

mencakup persiapan, proses, maupun hasil

yang direncanakan dan disusun di luar

kegiatan pembelajaran.

RPP yang dijabarkan oleh guru

sesuai dengan pengkajian pada silabus

yang sejalan dengan pemaparan pada