Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

analisis kemampuan literasi dan kemampuan numerasi siswa program keahlian jasa boga(studi pasa siswa kelas XI SMKN 3 Malang)

dieba nabella

Abstrak


ABSTRAK

 

Nabella, Dieba. 2015. Analisis Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa SMK Program Keahlian Jasa Boga (Studi pada Siswa Kelas X1 SMK Negeri 3 Malang). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nunung Nurjanah, M. Kes (II) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M. Si

Kata Kunci: Kemampuan Literasi, Kemampuan Numerasi

Literasi erat kaitannya dengan istilah kemahirwacanaan. Literasi secara luas dimaknai sebagai kemampuan berbahasa yang mencakup kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.Numerasi adalahkemampuanmenghitung, menganalisa, memperkirakan,intepretasiinformasi, menerapkan logika dalam pemecahan masalah, mengungkap pemahaman, dan menentukan hubungan relasi angka yang diterapkan pada kegiatan sehari-hari.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi dan numerasi siswa SMK Negeri 3 Malang dalam memahami dan mengaplikasikan resep makanan kontinental.

Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah siswa program keahlian jasa boga kelas XI yang berjumlah 70 siswa. Uji validitas dan uji reabilitas digunakan untuk mengukur angket. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuisioner dengan jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup. Pilihan jawaban menggunakanskala likert.

Hasil menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa SMK Negeri 3 Malang kategori sangat tinggidengan rata-rata 4,65 berdasarkan indikator: (a) literasi bahan yang digunakan dalam makanan kontinental dan (b) literasi kriteria hasil makanan kontinental sedangkan rata-rata 4,63 berdasarkan indikator: (c) literasi pengertian, (d) literasi jenis makanan kontinental, dan rata-rata 4,55 berdasarkan indikator: (e) literasi fungsi makanan kontinental. Pada kemampuan numerasi juga menunjukkan kategori sangat tinggi dengan rata-rata 4,65 berdasarkan indikator: (a) standar porsi makanan kontinental, sedangkan rata-rata 4,64 berdasarkan indikator : (b) Cooking method, (c) Cutting method dan (d) tingkat kematangan.