Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PAUD TUNAS BANGSA KEDIRI

Aulia Asisah

Abstrak


ABSTRAK

 

Asisah, Aulia. 2015. Hubungan Asupan Protein Dengan Status Gizi Pada Balita Di PAUD Tunas Bangsa Kediri. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:        (I) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes.,               (II) Dr. Mazarina Devi, M.Si.

Kata Kunci: asupan protein, status gizi, balita.

Asupan gizi yang sesuai dengan angka kecukupan gizi pada balita perlu mendapatkan perhatian khusus, karena keadaan gizi pada waktu balita akan berpengaruh terhadap status gizi yang akan datang. Akibat tidak terpenuhinya gizi pada balita adalah stunting (pertumbuhan yang terhambat), gizi kurang atau berat badan rendah (underweight), kekurangan protein murni stadium berat (kwashiorkor) dan kelebihan asupan gizi beresiko obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah asupan protein balita usia 4-5 tahun terhadap kebutuhan protein anak menurut TB/U (Tinggi badan/Usia).

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross section yang dilakukan di PAUD Tunas Bangsa Kediri. Sampel yang digunakan sebesar 67 balita dengan teknik sampling purposive sample. Pengumpulan data asupan protein dengan menggunakan instrumen food recall 3x24 jam, food frequency questionnaire, wawancara tak terstruktur dan data status gizi diperoleh dengan menggunakan indeks antopometri TB/U. Data akan dianalisis menggunakan SPSS dengan korelasi spearman rank.

Berdasarkan perhitungan angka kecukupan gizi, asupan protein balita sebesar 43,1 gram per hari dan makan siang di sekolah menyumbang sebesar 18% dari kebutuhan protein perhari. Masih terdapat balita dengan status gizi sangat pendek (stunting) yaitu sebesar 3%, dan balita dengan status gizi pendek sebesar 7,5%. Jumlah konsumsi protein pada balita di PAUD Tunas Bangsa Kediri sebagian besar berkategori normal yaitu sebesar 89,5%. Hasil analisis data dengan menggunakan sperman rank menghasilkan adanya hubungan positif sebesar (+0.582) antara asupan protein dengan status gizi balita di PAUD Tunas Bangsa Kediri.