Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Mengolah Makanan Indonesia Kelas X di SMKN 1 Bagor Nganjuk

Ika Gunartin

Abstrak


ABSTRAK

Gunartin, Ika. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Mengolah Makanan Indonesia Kelas X SMK N 1 Bagor Nganjuk. Skripsi, Jurusan Teknoligi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembingbing: (1) Dr. H. Amat Nyoto, M.Pd., (2) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd.

 

Kata Kunci: bahan ajar, mengolah makanan Indonesia, SMK, tataboga.

Bahan ajar adalah segala bentuk bahan berupa informasi, alat, teks dan seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis yang digunakan guru untuk perencanaan dan pelaksanaan kegiatan mengajar. Bahan ajar mengolah makanan Indonesia yaitu bahan ajar pendidikan Mengolah Makanan Indonesia dianggap sangat penting adanya dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar yang layak untuk digunakan sebagai sumber belajar pada mata pelajaran mengolah makanan Indonesia.

Langkah-langkah dalam pengembangan bahan ajar, yaitu (1) Pre design stage, (2) Design stage, (3) Post design stage.Validasibahan ajar mengolah makanan Indonesia dilakukan ahli materi pembelajaran, ahli media pembelajaran, dan ahli bahasa Indonesia.Uji coba kelompok kecil dilakukan kepada siswa kelas X jasaboga di SMK N 1 Bagor Nganjuk. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penilaian produk pengembangan ini berupa instrument penilaian dan wawancara bebas. Analisa data dimulai dari validasi dari ahli media, ahli materi ,dan ahli bahasa Indonesia lalu diujicobakan pada  kelompok kecil yaitu siswa SMK N 1 Bagor. Penilaian dari ahli media memperoleh hasil 64.5%, ahli materi (dosen) memperoleh hasil 62,5%, ahli materi (guru) 84,4%, ahli bahasa memperoleh hasil 70%, uji coba siswa memperoleh skor 88,9%. Berdasarkan kriteria kelayakan produk diketahui bahwa bahan ajar mengolah makanan Indonesia tergolong layak .

Saran bagi peneliti selanjutnya adalah hasil pengembangan ini hanya sampai tersusunnya sebuah produk, belum sampai pada tingkat keefektifan bahan ajar dalam proses pembelajaran. Sehingga perlu dilanjutkan   pada penelitian keefektifan produk yang dikembangkan. Mengembangkan produk bahan ajar dengan pokok bahasan atau materi lain. Tahap uji coba produk ini hanya pada tahap uji coba terbatas, belum sampai pada tahap uji coba lebih luas,oleh karena itu disarankan untuk  melanjutkan penelitian dan pengembangan ke tahap uji coba lebih luas.