Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tiwul Instan Substitusi Tepung Bekatul Sebagai Makanan Fungsional Bagi Penderita Hipertensi

Mira Suciani

Abstrak


ABSTRAK

 

Suciani, Mira. 2014. Tiwul Instan Substitusi Tepung Bekatul Sebagai Makanan Fungsional Bagi Penderita Hipertensi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Tata Boga. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M. Si. (II) Dra. Nunung Nurjanah, M. Kes.

 

Kata Kunci: Tiwul Instan, Tepung Bekatul, Makanan Fungsional, Penderita Hipertensi.

 

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kadar serat pada tiwul instan substitusi tepung bekatul, organoleptik (mutu hedonik dan hedonik) warna, rasa, tekstur tiwul instan dan asupan serat pada penderita hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan sampel penelitian tiwul instan substitusi bekatul, dan penderita hipertensi. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA (Analysis of Variance)dan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test).

Hasil kandungan serat tiwul instan substitusi tepung bekatul per 100 g dengan substitusi tepung bekatul 10% 2,55 g, substitusi tepung bekatul 20% 2,76 g, dan substitusi tepung bekatul 30%  3,19 g. Hasil mutu hedonik tiwul instan menunjukkan terdapat perbedaan warna, rasa, dan tekstur. Warna dan rasa tiwul instan terbaik substitusi tepung bekatul 20%=10%. Tekstur terbaik tiwul instan terdapat pada tiwul instan dengan substitusi 10%, 20%, dan 30%. Hasil tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, dan tekstur tiwul instan menunjukkan perbedaan. Warna yang paling disukai tiwul instan substitusi tepung bekatul 20%. Rasa dan tekstur paling disukai tiwul instan substitusi tepung bekatul 10%.

Rata-rata asupan serat makanan pada penderita hipertensi pria per hari adalah 13,37 g, sedangkan pada penderita hipertensi wanita adalah 11,56 g per hari. Secara keseluruhan penderita hipertensi kekurangan serat per hari.