Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Kebiasaan Makan denga Risiko Anemia pada Mahasiswi Tata Boga Universitas Negeri Malang.

Ririn Purbayanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Purbayanti, Ririn. 2014. Hubungan Kebiasaan Makan denga Risiko Anemia pada Mahasiswi Tata Boga Universitas Negeri Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si,   (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd.

 

Kata Kunci : Kebiasaan Makan, Anemia, Mahasiswi Tata Boga Universitas Negeri Malang

Kebiasaan makan merupakan faktor utama untuk memenuhi kebutuhan gizi. Kebiasaan makan yang kurang baik adalah dasar dari kekurangan zat gizi. Anemia merupakan salah satu masalah akibat kurangnya asupan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan makan dengan risiko anemia pada mahasiswi Tata Boga Universitas Negeri Malang. Penelitian ini termasuk penelitian korelasi dengan metode pendekatan cross sectional. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan purposive sampling yaitu mahasiswi Tata Boga Universitas Negeri Malang angkatan tahun 2010, 2011, dan 2012 yang berjumlah 60 mahasiswi. Data kebiasaan makan diperoleh dari form food recall dan data kadar hemoglobin diperoleh dari alat tes kadar hemoglobin digital analyzer easytouch GCHb. Analisis data penelitian menggunakan Rank Spearman.

Berdasarkan hasil analisis data kebiasaan makan dengan risiko anemia pada mahasiswi Tata Boga Universitas Negeri Malang, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecukupan protein, vitamin A, Riboflavin, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan zinc dengan risiko anemia dengan nilai sig (2-tailed) protein sebesar 0,009, vitamin A sebesar 0,011, riboflavin sebesar 0,009, asam folat sebesar 0,012, vitamin B12 sebesar 0,008, vitamin C sebesar 0,019, zat besi sebesar 0,000, dan zinc sebesar 0,014. Hasil uji korelasi antara fiber dengan risiko anemia menunjukkan hubungan yang tidak signifikan dengan nilai  sig (2-tailed) fiber sebesar 0,078. Sesuai dengan analisis data, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dengan risiko anemia. Mahasiswi Tata Boga Universitas Negeri Malang masih banyak yang kurang memperhatikan kebiasaan makan sehingga masih banyak yang mengalami anemia.

 

ABSTRACT

 

Purbayanti, Ririn. 2014. The Relationship between Food Habit and Anemia Risk of Female Students in Food Service Program State University of Malang. Mini Thesis. Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si,   (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd.

 

Keywords: Food Habit, Anemia, Female Students in Food Service Program State University of Malang

Food habit is main factor to fulfill nutrition needs. Less good food habit is a basic from malnutrition. Anemia is one of problem that caused by the lack of nutrition intake that needed by our body.

This research aimed to determine the relationship between food habit with anemia risk of female students in Food Service Program State University of Malang. This research included into correlation research with cross sectional approach. Sampling technique in this research uses purposive sampling, which is female students in Food Service Program State University of Malang from the year of 2010, 2011, and 2012 that amounted for 60 students. Food habit data obtained by form food recall and data of hemoglobin level that obtained from test instrument of hemoglobin level, digital analyzer easy touch GCHb. Research data analysis uses Rank Spearman.

Base on the result of data analysis food habit with anemia risk of female students in Food Service Program State University of Malang, it can be known that there is significant relationship between protein, A vitamine, riboflavin, folic acid, B12 vitamine, iron, and zinc sufficiency with anemia risk with sig value (2-tailed) of protein for 0.009, A vitamine for 0.011, riboflavin for 0.009, folic acid for 0.012, B12 vitamine for 0.008, C vitamine for 0.019, iron for 0.000, and zinc for 0.44. Result of correlation test between fiber and anemia risk shows insignificant relationship with sig value (2-tailed) of fiber for 0.078. In line with data analysis, it can be known that there is significant relationship between food habit with anemia risk. There are many female students in Food Servive Program State University of Malang that do not pay less attention to the food habit, thus there are many female students that suffered by anemia.