Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Produk Bubur Bayi Instan Substitusi Tepung Labu Kuning dan Tepung Ikan Gabus

Qolnissatul Kresna Muyasaroh

Abstrak


ABSTRAK

 

Labu kuning dan ikan gabus merupakan bahan pangan lokal yang belum banyak dimanfaatkan masyarakat untuk MP-ASI. Pemanfaatan tepung labu kuning dan tepung ikan gabus untuk bahan substitusi dalam pengembangan produk bubur bayi instan dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kandungan gizi dan daya terima produk.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor. Perlakuan dalam penelitian ini adalah substitusi tepung labu kuning dan tepung ikan gabus pada formula bubur bayi instan dengan persentase yang berbeda: (1) formula A (10% tepung labu kuning, 15% tepung ikan gabus); (2) formula B (10% tepung labu kuning, 20% tepung ikan gabus); dan (3) formula C (15% tepung labu kuning, 20% tepung ikan gabus). Substitusi tepung labu kuning dan tepung ikan gabus pada ketiga formula bubur bayi instan menghasilkan perbedaan kadar betakaroten, zat besi, kalsium, dan serat kasar berbeda secara signifikan (p < 0,05). Kadar protein antar ketiga formula bubur bayi instan tidak berbeda secara signifikan (p > 0,05). Hasil uji hedonik warna dan aroma bubur bayi instan signifikan (p < 0,05), sementara hasil uji hedonik rasa dan tekstur bubur bayi instan tidak signifikan (p > 0,05).

Kadar protein, betakaroten, zat besi, dan serat kasar bubur bayi instan substitusi tepung labu kuning dan tepung ikan gabus formula B dan C sudah memenuhi persyaratan kandungan gizi bubur bayi instan dari Kementrian Kesehatan RI. Bubur bayi instan formula B tiap 100 gramnya mengandung kadar protein 28,37 gram, betakaroten 0,512 mg, zat besi 5,21 mg, dan serat kasar 3,52 gram. Bubur bayi instan formula C mengandung kadar protein 28,32 gram, betakaroten 0,60 mg, zat besi 5,861 mg, dan serat kasar 4,335 gram.

Bubur bayi instan substitusi tepung labu kuning dan tepung ikan gabus formula B dan C dari sisi kandungan gizi produk, dapat dijadikan sebagai alternatif MP-ASI untuk bayi usia 6-12 bulan. Disarankan untuk dilakukan uji keamanan pangan terhadap produk bubur bayi instan substitusi tepung labu kuning dan tepung ikan gabus yang dihasilkan untuk mengetahui ada tidaknya resiko pencemaran oleh mikro organisme maupun logam berbahaya.