Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KOMPETENSI MENYEDIAKAN LAYANAN MAKAN DAN MINUM MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DAN METODE EKSPERIMEN (Studi Pada KompetensiKeahlian Jasa Boga Kelas XI SMK Negeri 3 Blitar)

TOMI HENDRAYANA

Abstrak


ABSTRAK

 

Hendrayana, Tomi.2013. PerbedaanHasil Belajar Kompetensi Menyediakan Layanan Makan dan Minum MenggunakanMetode Demontrasi dan Metode Eksperimen (StudiPadaProgram Keahlian Jasa Boga Kelas XI SMK Negeri 3 Blitar).Skripsi, JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Dra.Nunung Nurjanah, M.Kes, (II) Laili Hidayati, S.Pd, M.Si

 

Kata Kunci :hasilbelajar, metode eksperimen, metode demontrasi, layanan makan dan minum.

           

            Standar Kompetensi pelayanan makan dan minum merupakan kompetensi yang wajib ditempuh oleh siswa SMK Jurusan Jasa Boga. Berdasarkan observasi yang telah dilaksanakan, ditemukan data nilai siswa pada sebagian siswa kelas XI Jasa Boga pada Kompetensi Dasar Minuman Non alkohol masih rendah, hal tersebut disebabkan karena metode pembelajaran yang kurang interaktif. Penggunaan metode eksperimen dan metode demontrasi dapat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa khususnya pada Kompetensi Dasar Minuman Non Alkohol.

            Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian Quasi Eksperimental dengan teknik sampling populasi yaitu keseluruhan kelas XI Jasa Boga. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan soal pretest dan posttest. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik parametrik, uji persyaratan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas dengan menggunakan bantuan soft ware SPSS 16.0, uji hipotesis yaitu uji beda rata-rata kemampuan akhir (t-test) yaitu membedakan rata-rata masing-masing metode pembelajaran dan di analisis menggunakan uji t (t-test) dengan bantuan SPPS 16.0.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar Kompetensi Dasar Minuman Non Alkohol pada materi teh dan kopi yang diajar menggunakan metode demontrasi dengan metode eksperimen, hasil belajar dengan penerapan metode eksperimen lebih baik dari pada penerapan metode demontrasi. Hasil dapat diketahui dari kenaikan nilai rata-rata kedua kelas yang berbeda, kelas metode demontrasi mempunyai rata-rata nilai pretest 68,9 dan posttest 73,9, hal tersebut menunjukkan kenaikan rata-rata sebanyak 5 poin, sedangkan kelas metode eksperimen mempunyai rata-rata nilai pretest 67,1 dan posttest 81,8, hal tersebut menunjukkan kenaikan rata-rata sebanyak 14,8 poin. Kesimpulannya bahwa ada perbedaan hasil belajar antara penerapan metode eksperimen dan metode demontrasi dengan nilai rata-rata metode eksperimen lebih tinggi yaitu 81,8 sedangkan kelas metode demontrasi sebesar 73,9.