Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PREFERENSI PANGAN POKOK NON BERAS DI DESA PARAKAN TRENGGALEK

VIKA SHELAYANTI

Abstrak


ABSTRAK

 

Shelayanti, Vika. 2013. Preferensi Pangan Pokok Non Beras di Desa Parakan  Trenggalek. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.     Nunung Nurjanah, M.Kes., (II) Dra. Teti Setiawati, M.Pd.

 

Kata Kunci: Preferensi Pangan, Pangan Pokok Non Beras, Desa Parakan

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan preferensi pangan pokok non beras di Desa Parakan Trenggalek sebagai salah satu upaya diversifikasi pangan, (2) Mendeskripsikan berbagai alasan preferensi pangan pokok non beras di Desa Parakan Trenggalek. Rancangan penelitian adalah penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ibu rumah tangga usia 20-45 tahun yang setiap hari bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan makan tingkat rumah tangga di desa Parakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Jumlah populasi 485 jiwa dengan sampel penelitian diambil 25% dari jumlah populasi sehingga ditentukan 121 sampel yang dipilih secara acak. Instrumen penelitian adalah angket dan dokumentasi. Angket berisi tentang identifikasi karakteristik individu, karakteristik makanan dan karakteristik lingkungan ibu rumah tangga serta tingkat kesukaan responden terhadap makanan pokok non beras, dan dokumentasi digunakan untuk mengetahui status sosial keluarga, profil desa Parakan, Trenggalek, dan potensi wilayah di daerah tersebut. Pengujian validitas dan reliabilitas pada instrumen menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS versi 16.0 for windows.

Preferensi pangan pokok non beras di Desa Parakan Trenggalek diketahui bahwa sebagian besar responden berdasarkan karakteristik individu, karakteristik makanan, dan karakteristik lingkungan menyukai singkong (96,7%), menyukai jagung (94,2%), menyukai tiwul (86,7%), menyukai roti (81%), dan menyukai mie (77,7%). Sementara jenis pangan pokok yang kurang dan tidak disukai oleh keseluruhan responden (100%) adalah ganyong, kurang dan tidak disukai diurutan kedua adalah talas (95,9), kurang dan tidak disukai diurutan ketiga adalah gatot (85,2%), kurang dan tidak disukai selanjutnya gembili (56,2%), %), kurang dan tidak disukai yang lainnya adalah nasi jagung (53,7%). Alasan tertinggi mengapa jenis pangan pokok non beras disukai adalah karena rasa yang enak (76,0%), dan yang memilih kurang suka atau tidak suka alasan tertinggi karena kebiasaan tidak pernah mengkonsumsi (52,8%).

Temuan penelitian bahwa di Desa Parakan Trenggalek mempunyai beragam pangan pokok. Upaya yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan preferensi pangan pokok non beras yang kurang disukai oleh keluarga dengan melakukan teknologi pengolahan lanjut. Selain itu, perlu adanya penyuluhan mengenai gizi seimbang dan penganekaragaman konsumsi pangan, khususnya kepada ibu guna mewujudkan  diverfikasi pangan yang optimal di wilayah Trenggalek.