Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL TATA BOGA KELAS VIII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 10 MALANG

Rika Nurviani

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurviani, Rika. 2013. Pengembangan Modul Pembelajaran Muatan Lokal Tata Boga Kelas VIII Semester Genap di SMP Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Rina Rifqie Mariana, M.P; (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd

 

Kata kunci: pengembangan modul, muatan lokal Tata Boga, SMP Negeri 10 Malang

Modul pembelajaran merupakan salah satu bahan ajar dalam bentuk cetak yang dapat digunakan oleh setiap siswa guna menunjang proses belajar yang maksimal sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Modul merupakan salah satu bahan ajar yang dianjurkan untuk dipakai pada sekolah. Kurang ketersediaan bahan ajar berupa modul untuk siswa di SMP Negeri 10 Malang yang mengikuti kegiatan pembelajaran muatan lokal Tata Boga merupakan salah satu masalah yang memerlukan alternatif pemecahan. Maka dari itu, dibutuhkan alternatif pemecahan masalah yaitu pembuatan modul pembelajaran muatan lokal Tata Boga untuk siswa.

Penelitian dan pengembangan dilakukan dengan tujuan: 1) menghasilkan produk berupa modul pembelajaran muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang; 2) mengetahui kelayakan isi, kelayakan bahasa, dan kelayakan penyajian modul. Penelitian dan pengembangan modul mengadaptasi model pengembangan Borg and Gall yang dilakukan sampai tahap ketujuh (merevisi hasil uji coba). Penelitian dan pengembangan modul divalidasi oleh satu orang ahli media, dua orang ahli materi, dan satu orang ahli bahasa. Uji keterbacaan dilakukan dua kali, yaitu uji coba lapangan awal dan uji coba lapangan. Uji coba lapangan awal melibatkan 6 siswa, sedangkan uji coba lapangan melibatkan 30 siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Malang.

Hasil uji kelayakan modul dari aspek materi diperoleh skor kelayakan 96,25% dengan kriteria penilaian layak/valid. Hasil uji kelayakan modul dari aspek bahasa diperoleh skor kelayakan 83,33% dengan kriteria penilaian layak/valid. Hasil uji kelayakan modul dari aspek penyajian diperoleh skor kelayakan 77,77% dengan kriteria penilaian layak/valid. Hasil uji coba lapangan awal diperoleh skor kelayakan 79,16% dengan kriteria penilaian cukup layak, sedangkan hasil uji coba lapangan diperoleh skor kelayakan 88,77% dengan kriteria penilaian layak/valid. Pada akhir penelitian ini dihasilkan suatu produk berupa modul pembelajaran muatan lokal Tata Boga kelas VIII semester genap di SMPN 10 Malang yang layak diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran muatan lokal Tata Boga.