Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP HASIL BELAJAR (Studi Pada Mata Pelajaran Mengolah Kue Kontinental Kelas XI Jasa Boga SMK Kartika IV-I Malang)

Farah Diba

Abstrak


ABSTRAK

 

Diba, Farah. 2013. Perbedaan Penerapan Model Pembelajaran

Think Pair Share Dengan Model Pembelajaran Student Team Achievement Divisions Terhadap Hasil Belajar (Studi Pada Mata Pelajaran Mengolah Kue Kontinental Siswa Kelas XI Jasa Boga di SMK Kartika IV-I Malang). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Teti Setiawati, M.Pd, (II) Dr. H. Amat Nyoto, M.Pd.

 

Kata Kunci : Hasil Belajar, Model STAD, Model TPS, Kontinental.

Standar kompetensi mengolah kue kontinental merupakan kompetensi yang wajib ditempuh oleh siswa SMK Jurusan Jasa Boga. Berdasarkan observasi yang telah dilaksanakan, ditemukan data nilai siswa pada sebagian siswa kelas XI Jasa Boga pada Mata Pelajaran Mengolah Kue Kontinental masih rendah, hal tersebut disebabkan karena model pembelajaran yang kurang interaktif. Peneliti ingin membuktikan apakah penggunanaan model pembelajaran kooperatif STAD dan TPS dapat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran mengolah kue kontinental. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian Quasi Eksperimental dengan teknik sampling populasi yaitu keseluruhan kelas XI Jasa Boga. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan soal pretest dan posttest. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik parametrik, uji persyaratan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas dengan menggunakan bantuan software SPSS 16.0, uji hipotesis yaitu uji beda rata-rata kemampuan akhir (t-test) yaitu membedakan rata-rata masing-masing model pembelajaran dan di analisis menggunakan uji t-test dengan bantuan SPPS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar mata pelajaran mengolah kue kontinental kompetensi dasar bahan pengisi dan bahan penutup kue dari butter cream, royal icing dan coklat yang diajar menggunakan model pembelajaran TPS dengan model pembelajaran STAD, hasil belajar dengan penerapan STAD lebih baik daripada penerapan TPS. Kondisi ini dapat dilihat dari kenaikan rata-rata dan nilai rata-rata kedua kelas yang berbeda, kelas TPS mempunyai rata-rata nilai pretest 68,9 dan posttest 73,9, hal tersebut menunjukkan kenaikan rata-rata sebanyak 5 poin, sedangkan STAD mempunyai rata-rata nilai pretest 67,1 dan posttest 81,8, hal tersebut menunjukkan kenaikan rata-rata sebanyak 14,8 poin, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara penerapan dengan model STAD dan TPS dengan nilai rata-rata STAD lebih tinggi yaitu 81,8 sedangkan kelas TPS sebesar 73,9.