Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FUSION FOOD SEBAGAI SUPLEMEN KOMPETENSI DASAR MENGOLAH HIDANGAN INDONESIA DARI UNGGAS, DAGING DAN SEAFOOD DI SMKN 2 MALANG

I'ID MASRURO

Abstrak


ABSTRAK

 

Masruro, I’id. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Fusion FoodSebagai Suplemen Kompetensi Dasar Mengolah Hidangan Indonesia dari Unggas, Dagingdan Seafood di SMKN 2 Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dra.Mazarina Devi, M.Si, (II) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes.

 

Kata kunci: pengembangan bahan ajar, fusion food, suplemen

Teknik pengolahan dan penyajian makanan yang berkembang di dunia industri saat ini adalah fusion food. Seiring dengan adanya teknik fusion food ini, maka dunia usaha/dunia industri (DU/DI) bidang jasa boga membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi berdasarkan dengan tuntutan dunia industri tersebut. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah melakukan perancangan produk bahan ajar fusion food pada Kompetensi Dasar Mengolah Hidangan Indonesia dari Unggas, Daging dan Seafood dan menghasilkan bahan ajar berbasis fusion food  pada Kompetensi Dasar Mengolah Hidangan Indonesia dari Unggas, Daging dan Seafood.

Model pengembangan untuk penelitian ini mengadaptasi dari model pengembangan Borg dan Gall. Produk yang dihasilkan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah bahan ajar yang berupa modul dan buku resep fusion food yang berfungsi sebagai suplemen. Jenis data dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Validator modul dalam penelitian ini terdiri dari ahli materi, ahli bahasa Indonesia dan ahli media. Validator buku resep terdiri dari ahli pengolahan hidangan Indonesia, ahli bahasa Indonesia dan ahli media. Subjek uji coba kelompok kecil terdiri dari 10 peserta didik kelas XII Jasa Boga SMKN 2 Malang, sedangkan subjek uji coba kelompok besar terdiri dari 76 peserta didik kelas XII Jasa Boga SMKN 2 Malang.

Hasil penelitian dan pengembangan modul fusion food, hasil validasi ahli materi sebesar 82,5% (layak), validasi ahli Bahasa Indonesia sebesar 87,5% (sangat layak), validasi ahli media sebesar 82,3% (layak). Buku resep fusion food, hasil validasi ahli pengolahan hidangan Indonesia sebesar 80% (layak), validasi ahli Bahasa Indonesia sebesar 88,9% (sangat layak), validasi ahli media sebesar 75% (layak). Hasil uji coba kelompok kecil modul fusion food sebesar 88,9% (sangat layak), buku resep fusion food sebesar 84,7% (layak). Hasil uji coba kelompok besar modul fusion food sebesar 89,8% (sangat layak), buku resep fusion food sebesar 86,9% (sangat layak).

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dapat disimpulkan bahwa modul dan buku resep fusion food mendapat sambutan positif dari peserta didik karena belum pernah ada sebelumnya modul ataupun buku resep yang membahas fusion food. Saran penelitian selanjutnya, sebaiknya materi untuk modul atau buku resep tidak hanya terbatas pada pembahasan hidangan utama.