Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

IMPLEMENTASI PELAKSANAAN MANAJEMEN BENGKEL PEMESINAN DI SMK NEGERI 6 MALANG

Rizka Mabruri Dwitama

Abstrak


ABSTRAK

 

Dwitama, Rizka M. 2013. Implementasi Pelaksanaan Manajemen Bengkel Pemesinan Di Smk Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M, (II) Drs. Basuki, M.Pd.

 

Kata Kunci: Manajemen Bengkel, Bengkel Pemesinan, SMK

Bengkel Pemesinan di Sekolah Menengah Kejuruan merupakan media pembelajaran yang menunjang pemikiran kreatif melalui pengalaman dalam bentuk keterampilan, pemahaman, wawasan dalam pendidikan, pengajaran dan mendidik calon lulusan Sekolah Kejuruan menjadi manusia yang terampil dan siap kerja dengan standart nasional maupun internasional serta dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan manajemen bengkel pemesinan di SMK Negeri 6 Malang yang ditinjau dari segi perencanaan, pengorganisasian, pemberdayaan, pengawasan. Selain itu juga untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan manajemen bengkel tersebut.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Tahapan pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, studi dokumentasi sarana dan prasarana, dan observasi. Subjek penelitian ini adalah bengkel pemesinan SMK Negeri 6 Malang, Kepala Sekolah, Ketua Kompetensi Keahlian Pemesinan, Guru Pemesinan, Toolman/laboran, Siswa SMK Negeri 6 Malang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Kemudian untuk mengecek keabsahan data dilakukan dengan melakukan pengamatan ulang dan melakukan triangulasi.

Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu pelaksanaan manajemen bengkel pemesinan di SMK Negeri 6 Malang di tinjau dari segi perencanaan kegiatan di bengkel dilakukan dengan merencanakan jadwal kegiatan praktik menurut kurikulum kemudian ketua kompetensi keahlian dengan semua guru pemesinan dan toolman merapatkan menentukan 3 hal yaitu guru yang mengisi kegiatan praktik, kebutuhan peralatan dan mesin untuk praktik dan kebutuhan bahan untuk praktik. Untuk Pelaksanaan manajemen bengkel pemesinan di SMK Negeri 6 Malang di tinjau dari segi pengorganisasiannya dilakukan dengan mengatur ruangan di bengkel pemesinan berdasarkan kegiatannya, inventaris peralatan/mesin diletakkan diruang khusus peralatan dan mesin, bahan praktik diletakkan diruang bahan, barang hasil praktik disimpan di lemari barang hasil praktik. Pengaturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di bengkel dilakukan dengan memberi rambu peringatan dan rambu tata tertib di tiap ruangan bengkel pemesinan, selain itu juga menyediakan alat pengaman diri bagi siswa.

Pelaksanaan manajemen bengkel pemesinan di SMK Negeri 6 Malang di tinjau dari segi pemberdayaan dilaksanakan dengan memberdayaan siswa dengan memberi pengetahuan pemesinan mulai dasar sampai tingkat lanjut dan untuk memberdayakan guru/toolman diikutkan pelatihan di PPPPTK/VEDC, BPG surabaya, magang industri dan In House Training. Sedangkan untuk pelaksanaan manajemen bengkel pemesinan di SMK Negeri 6 Malang di tinjau dari segi pe- ngawasan dilakukan dengan menempatkan 2 orang guru dalam 1 kelas kegiatan praktik, melakukan penilaian dengan sistim terbuka dan sistim proses, mengecek kondisi alat, bahan dan barang hasil praktik agar tetap dalam kondisi baik, mem- beri pengarahan kepada siswa untuk menjaga diri dan selalu memakai alat pe- ngaman diri saat praktik agar tidak terjadi kecelakaan kerja, memasang rambu/ tanda peringatan di tempat yang rawan/berbahaya, memasang poster himbauan dan motivasi.

Beberapa faktor pendukung pelaksanaan manajemen bengkel pemesinan di SMK Negeri 6 Malang yaitu beberapa guru pemesinan yang berkompeten mempunyai sertifikat keahlian kompetensi yang diperoleh dari PPPPTK VEDC Malang, mendapat bantuan dari pusat berupa mesin CNC tingkat lanjut (Production Unit), bahan/material praktik yang disediakan pihak sekolah selalu siap untuk memenuhi kebutuhan kegiatan praktik. Beberapa faktor penghambat- nya yaitu beberapa siswa saat praktik mesin konvensional tidak memakai kaca mata pelindung/safety karena peralatan kacamata safety tidak disediakan di bengkel, kondisi sebagian mesin bubut konvensional yang sudah tak layak pakai, ruang gudang material yang tidak terkunci, kelas X jurusan teknik pemesinan tidak memakai katle pack saat praktik, beberapa guru tidak memakai katle pack saat mengajar praktik.

Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pelaksanaan manajemen bengkel pemesinan di SMK Negeri 6 Malang ditinjau dari perencanaan berjalan baik, dari segi pengorganisasian terlaksana dengan lancar, dari segi pemberdayaan ter- laksana dengan baik, dan dari segi pengawasan berjalan terkendali.

Saran dalam penelitian ini yaitu untuk kepala sekolah agar memantau langsung kegiatan perencanaan kegiatan praktik, peralatan/mesin, bahan, dan pengawasannya. Untuk guru agar meningkatkan pengetahuannya dalam merenca- nakan kegiatan praktik dan pengawasan kegiatan serta peralatan. Toolmen juga disarankan untuk melakukan kegiatan pengorganisasian peralatan dan pengawasan dengan baik. Semua hal itu dilakukan agar kondisi bengkel pemesinan di SMK Negeri 6 Malang tetap dalam kondisi baik sehingga layanan yang diberikan pada siswa dalam kondisi prima.