Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Jajan Bantal Khas Bali dari Labu Kuning sebagai Pengganti Makan Pagi untuk Mahasiswa

Ni Wayan Putri Rahayuningrum

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahayuningrum, Ni Wayan Putri. 2013. Pengembangan Jajan Bantal Khas Bali dari Labu Kuning sebagai Pengganti Makan Pagi untuk Mahasiswa. Skripsi, S1 Pendidikan Tata Boga Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si, (II) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd.

 

Kata Kunci: jajan bantal, labu kuning, ketan putih, makan pagi, mahasiswa

Energi dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan diperoleh dari makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Makan pagi sangat penting, karena dapat memenuhi kebutuhan energi untuk beraktifitas bagi setiap orang khususnya mahasiswa.

Pembuatan jajan bantal berbahan baku labu kuning sebagai makanan pengganti makan pagi diharapkan dapat membantu kecukupan energi pada mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kebiasaan makan pagi pada mahasiswa, mempelajari formula produk jajan bantal berbahan baku labu kuning, mempelajari mutu organoleptik jajan bantal berbahan baku labu kuning, menganalisis kandungan energi dan protein pada produk jajan bantal berbahan baku labu kuning, mengkaji jajan bantal labu kuning dapat memenuhi kebutuhan energi dan protein saat makan pagi mahasiswa, dan mempelajari daya terima mahasiswa terhadap jajan bantal berbahan baku labu kuning.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Rata-rata mahasiswa tidak mengkonsumsi makanan sehat sebagai menu makan paginya dan memilih jajanan yang minim nutrisi. Formula produk jajan bantal berbahan baku labu kuning yang paling banyak disukai panelis adalah jajan bantal berbahan baku labu kuning yang menggunakan beras ketan sebanyak 25% dengan formulasi labu kuning 500gr, ketan putih 125 gr dan kelapa parut 200 gr. Jajan bantal labu kuning yang menggunakan beras ketan sebanyak 25% memiliki nilai organoleptik paling tinggi dalam rasa, tekstur, aroma dan warna yang lebih banyak disukai oleh panelis. Kandungan gizi jajan bantal berbahan baku labu kuning per 100 gr adalah energi 218,683 kkal dan protein 3,497 gr. 87% mahasiswa dinyatakan mendapatkan kecukupan energi pada saat mengkonsumsi makan pagi jajan bantal labu kuning, sedangkan 13% lainnya tidak mendapatkan kecukupan energi dari jajan bantal labu kuning. Rata-rata daya terima dari jajan bantal labu kuning memiliki tingkat kesukaan tidak suka – netral.