Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Biskuit Pisang Kurma Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Untuk Menambah Asupan Gizi Anak Balita

Anin Nasikhatul Q. T

Abstrak


ABSTRAK

 

Tiniyah, Anin Nasikhatul Qusthon.2013. Biskuit Pisang Kurma Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Untuk Menambah Asupan Gizi Anak Balita. Skripsi. Progam Studi Pendidikan Tata Boga. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si. (II) Dra. Rini Sudjarwati, M.Pd.

 

Kata Kunci: biskuit, pisang, kurma, makanan tambahan, balita

Unsur gizi merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Gangguan gizi pada awal kehidupan akan mempengarui kualitas kehidupan berikutnya, gizi kurang pada balita tidak hanya menimbulkan gangguan pertumbuhan fisik tetapi juga mempengaruhi kecerdasan dan produktifitas ketika dewasa. Salah satu upaya penanggulangan gizi kurang yang dilakukan pemerintah secara terpadu adalah intervensi langsung pada sasaran melalui pemberian makanan tambahan. Pembuatan biskuit pisang kurma sebagai makanan tambahan diharapkan dapat meningkatkan asupan gizi balita.

Tujuan penelitian adalah mendapatkan formula biskuit yang paling disukai, mengetahui kandungan gizi biskuit terpilih, mengetahui mutu biskuit terpilih dibandingkan dengan SNI, mengetahui kebiasaan makan balita, mengetahui penerimaan balita terhadap biskuit, dan mengetahui asupan gizi balita sebelum dan sesudah pemberian biskuit. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan sampel penelitian yaitu balita gizi kurang dan balita gizi baik.

Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa biskuit yang paling disukai adalah biskuit dengan komposisi tepung pisang 70 gram. Kandungan gizi biskuit per 100 gram: energi 445.5 kalori, protein 13,3 gram, vitamin A 834,7 IU, asam folat 16,4 µg, kalsium 82,1 mg dan zat besi 7,3 mg.  Biskuit telah memenuhi standar SNI kecuali kandungan serat kasar biskuit. Kebiasaan makan balita pada umumnya rendah dalam mengkonsumsi lauk hewani, sayur-mayur, buah-buahan dan menyukai makanan jajanan umumnya bakso. Hasil uji t, skor penerimaan biskuit balita gizi kurang dan balita gizi baik tidak signifikan. Kenaikan asupan gizi sebelum dan sesudah pemberian biskuit signifikan.