Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Persepsi Pemustaka terhadap Layanan Sirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang

Rosi Imama

Abstrak


Penelitian ini mendeskripsikan tentang persepsi pemustaka terhadap layanan sirkulasi di Perpustakaan STMIK/STIE ASIA Malang. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Hasil dari penelitian ini yaitu sebagai berikut.Persepsi pemustaka terhadap kualitas layanan sirkulasi adalah kerja pustakawan cepat, tetapi kurang tepat dan efisien, tata letak layanan sirkulasi kurang nyaman dan kurang strategis, layanan sirkulasi masih kurang memuaskan pemustaka.Persepsi pemustaka terhadap keterampilan pustakawan pada bagian layanan sirkulasi adalah pustakawan terampil dalam mengutamakan kebutuhan pengguna, terampil dalam berkomunikasi, kurang terampil dalam berbahasa asing, terampil dalam menyelesaikan masalah, dan terampil dalam mencarikan informasi.Persepsi pemustaka terhadap akses informasi pada layanan sirkulasi adalah ketersediaan informasinya masih terbatas, komputer dan katalog digital yang disediakan kurang memadai, dan masih ada hambatan ketika mengakses informasi.

style='mso-spacerun:yes'>  ada 3 miteme, 6 ceriteme dan 5 episode cerita. Miteme pada cerita asal-usul Desa Pagerwojo ditemukan yaitu mbah Gladak Mandelo, Singo Gebyong dan Moyogati, serta Karni. Ceriteme pada cerita asal-usul Desa Pagerwojo yaitu babat alas pijek, rombongan dari Ponorogo, simbol pakuwojo, membuka pasar, kepercayaan dan keyakinan, kecamatan Pagerwojo. Episode cerita yang terbangun dalam cerita asal-usul Desa Pagerwojo meliputi babat alas desa Pagerwojo Desa Pagerwojo, simbol perlindungan, pengenalan ekonomi kepada masyarakat Desa Pagerwojo, pengenalan agama, pengetahuan sistem pemerintahan.

 

Pertama, miteme merupakan bentuk relasi kata dalam kalimat yang dapat ditandai dengan tindakan yang dialami oleh tokoh. Hal tersebut dapat dilihat pada tokoh sentral dan tokoh bawahan. Kedua, ceriteme merupakan relasi antar kata yang membangun ide kalimat. Hal tersebut terlihat dari relasi antar kalimat yang terdapat dalam paragraf. Ceriteme tersebut dapat dibangun dari segmen cerita. Ketiga, episode dalam cerita asal-usul Desa Pagerwojo mengenai peristiwa awal pembukaan lahan Desa Pagerwojo. episode ini merupakan bentuk penjelasan simbolik masyarakat Pagerwojo untuk menjelaskan sejarah adanya Desa Pagerwojo. Episode cerita asal-usul Desa Pagerwojo ini dapat ditemukan dalam alur cerita.

Berdasarkan pengungkapan stuktur cerita asal-usul Desa Pagerwojo dapat dijadikan acuan untuk membangun makna dalam sebuah cerita. Berdasarkan cerita asal-usul Desa Pagerwojo nenek moyang terdahulu ingin menunjukan makna dan nilai yang terkandung dalam setiap pemikiran orang jawa zaman dahulu. Jadi, keseluruhan cerita asal-usul cerita Desa Pagerwojo diharapkan untuk masyarakat Desa Pagerwojo agar lebih memaknai sastra lisan yang dimilikinya, serta menjaga dan melestarikan keberadaan cerita asal-usul Desa Pagerwojo di Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung.