Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PEMBELJARAN EKSTRA KURIKULER MEMBATIK PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 PRAMBON KABUPATEN NGANJUK

Hj. Setiani S.Pd. M.Pd

Abstrak


Sutiani. 2016. Pembelajaran Ekstrakurikuler Membatik Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 2 Prambon Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hariyanto, M.Hum.

 

Kata Kunci: Pembelajaran, Ekstrakurikuler, Batik Celup.

Beraneka  ragam  bentuk,  jenis,  maupun  wujud  warisan  nenek  moyang bangsa Indonesia dapat disaksikan hingga generasi saat ini. Beberapa di antaranya adalah candi, senjata tradisional (seperti kapak, keris, dan tombak), kapal Pinisi, wayang, dan batik. Warisan itu tidak semuanya terpelihara dengan baik. Namun demikian,  tetap  ada  upaya  secara  giat  dari  pemerintah,  kalangan  swasta,  dan masyarakat Indonesia untuk melestarikan semua peninggalan tersebut. Salah satu upaya konkret yang telah dan terus dilakukan adalah pada pelestarian batik. Untuk itulah, pembelajaran batik mulai dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Salah satunya adalah menjadikan kegiatan membatik khususnya batik celup sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Meskipun masih tergolong pemula, akan tetapi kegiatan ekstrakurikuler membatik menjadi salah satu prioritas sekolah sebagai penunjang materi intrakurikuler menggambar ragam hias.

 

Bertolak dari pernyataan di atas, maka penelitian ini pada dasarnya ditujukan untuk membahas pembelajaran membatik dengan fokus penelitian adalah:(1) Bagaimanakah pembelajaran ekstrakurikuler membatik batik celup?;(2) Bagaimana  hasil  karya  siswa  dalam pembelajaran ekstrakurikuler membatik batik celup?; (3) Apa faktor yang mempengaruhi dalam  pembelajaran  ekstrakurikuler membatik batik celup?.

 

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif untuk menjawab pertanyaan di atas. Dalam hal ini, peneliti adalah sebagai instrumen utama. Data penelitian ini adalah pendapat yang disampaikan oleh siswa selama mengikuti proses pembelajaran membatik dan juga pendapat kepala sekolah mengenai kegiatan tersebut. Dalam mengumpulkan data dilakukan melalui observasi, foto-foto kegiatan, wawancara, dan dokumentasi. Dalam pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan kehadiran peneliti dan triangulasi.

 

Hasil penelitian menunjukkan kesimpulan bahwa: (1) Pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler membatik meliputi:(a) Komponen pembelajaran pada kegiatan ekstrakurikuler membatik batik celup antara lain: Karakteristik  siswa adalah siswa dari latar belakang keluarga ekonomi menengah kebawah yang memiliki motivasi, bakat, minat belajar yang tinggi,  Karakteristik  guru bukanlah berlatar belakang guru Seni Budaya tetapi mempunyai dedikasi tinggi dan bakat seni tinggi,  Karakteristik  lingkungan belajar,  Tujuan  pembelajaran,  Materi  pembelajaran, Strategi  pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran;(b) Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di kelas dan di luar kelas: Kegiatan belajar di kelas, meliputi : tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi ; Kegiatan belajar di luar kelas, meliputi : persiapan, proses pembuatan batik ikat celup; (2) Hasil karya yang dihasilkan oleh siswa dalam pembelajaran ekstrakurikuler membatik batik celup berupa taplak meja dan jilbab dengan motif batik ikat celup berpola pelangi, gradasi matahari, motif tritik, dan gegetan; (3) Faktor yang mempengaruhi pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler membatik adalah:(a) Ketersediaan fasilitas pembelajaran yang mendukung;(b) Kompetensi tenaga pendidik/Pembina;(c) Motivasi belajar siswa.