Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembahan Bahan Ajar Menulis Naskah Drama dengan Cerpen Sebagai Pengembangan Ide untuk Siswa Kelas IX SMP

Shinta Kusuma wardani

Abstrak


ABSTRAK

Wardani, Shinta Kusuma. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Naskah Drama dengan Cerpen sebagai Pengembangan Ide Untuk Kelas IX SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)  Dr. Hj. Yuni Pratiwi, M.Pd.

Kata kunci: bahan ajar, menulis naskah drama, cerpen.

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan bahwa pembelajaran menulis naskah drama di sekolah mengalami beberapa kendala. Salah satu kendala pokok yang dihadapi oleh siswa adalah kurangnya minat siswa dalam menulis naskah drama. Kurangnya minat siswa itu terjadi karena siswa kesulitan memunculkan ide untuk menulis naskah drama. Selain itu kendala yang dihadapi siswa juga terjadi karena dalam buku paket belum ada latihan secara bertahap yang mampu memandu siswa menulis naskah drama.

Berdasarkan kendala yang diperoleh pada tahap studi pendahuluan, peneliti menggunakan kendala tersebut sebagai landasan untuk mengembangkan bahan ajar. Bahan ajar yang dibuat adalah sebuah bahan ajar yang mampu memunculkan ide kreatif siswa dan mampu memberikan latihan terbimbing pada siswa. Bahan ajar yang dibuat oleh peneliti dengan tujuan mencapai kompetensi menulis dengan kompetensi dasar 16.1, yakni menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang telah dibaca.

Penelitian ini menghasilkan produk berupa bahan ajar menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : a) Menghasilkan produk bahan ajar dengan deskripsi isi yang sesuai dengan kompetensi yang diajarkan, yaitu menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca, b) Menghasilkan produk bahan ajar dengan sistematika penyajian yang menarik untuk pembelajaran menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca, c)  Menghasilkan produk bahan ajar  dengan penggunaan bahasa yang baku dan komunikatif sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan untuk pembelajaran menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca, d) Menghasilkan produk bahan ajar dengan tampilan yang menarik untuk pembelajaran menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Rancangan penelitian ini diadaptasi dari prosedur penelitian pengembangan Borg dan Gall yang telah dimodifikasi dari sepuluh langkah menjadi tujuh langkah, yaitu (1) prapengembangan, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) uji ahli dan uji praktisi, (5) revisi produk awal, (6) uji lapangan terbatas, dan (7) penyempurnaan produk akhir.

Uji produk dilakukan dengan melibatkan (1) ahli menulis naskah drama, (2) ahli pembelajaran menulis teks eksposisi, (3) praktisi, yaitu guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, dan (4) lapangan, yaitu siswa kelas IX SMP Negeri 2 Sukapura.

Jenis data dalam penelitian ini ada dua yaitu data prapengembangan dan data uji produk. Data prapengembangan berupa data verbal lisan yang diperoleh melalui wawancara pada tahap analisis kebutuhan. Jenis data pada uji coba produk berupa data verbal tertulis dan non verbal atau berupa numerik, data diperoleh berdasarkan angket uji ahli, uji praktis, dan uji lapangan.

Pada penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah angket dan pedoman wawancara bebas. Analisis data dilakukan dengan dua teknik, yaitu teknik kualitatif dan teknik kuantitatif. Teknik analisis data secara kualitatif dilakukan dengan cara (1) mengumpulkan data verbal tertulis yang diperoleh dari angket penilaian, (2) mentranskrip data verbal lisan, (3) menghimpun, menyeleksi, dan mengklasifikasikan data verbal lisan berdasarkan kelompok uji, dan (4) menganalisis data dan merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut terhadap produk yang dikembangkan. Sementara teknik kuantitatif digunakan untuk menganalisis data kuantitatif yang diperoleh dari angket penilaian produk bahan ajar.

Uji produk melibatkan ahli menulis naskah drama menghasilkan rata-rata kelayakan produk sebesar 73,75 % ahli pembelajaran menulis naskah drama mencapai 75,83%, praktisi 85,85%, dan siswa 90,75%. Berdasarkan hasil uji tersebut, diketahui bahwa produk bahan ajar menulis perlu dilakukan revisi berdasarkan hasil uji ahli materi dan ahli pembelajaran, sedangkan berdasarkan uji ahli parktisi dan lapangan produk tergolong layak diimplementasikan.Uji lapangan dengan melibatkan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Sukapura dimaksudkan untuk mengetahui respon siswa terhadap bahan ajar.

Simpulan dari penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca perlu dilakukan revisi berdasarkan data ahli menulis naskah drama dan data ahli pembelajaran. Sedangkan berdasarkan data ahli praktisi dan lapangan  menunjukkan bahwa produk tergolong layak dan siap untuk diimplementasikan dalam pembelajaran. Sebagai langkah pemanfaatan produk, guru disarankan untuk menggunakan bahan ajar menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca ini untuk dijadikan salah satu alternatif sumber belajar dalam kompetensi menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca. Penelitian pengembangan bahan ajar menulis menulis naskah drama dengan cerpen sebagai pengembangan ide ini dapat dijadikan rujukan atau sebagai sumber data untuk penelitian selanjutnya yang relevan, baik dari segi jenis penelitian, subjek penelitian, maupun bahan penelitian.

 

Penyebarluasan produk harus memertimbangkan efektivitas dan efisiensi. Oleh karena itu, agar penyebarluasan produk memenuhi kriteria efektif dan efisien, maka produk dapat diunggah dalam blog atau web dengan memanfaatkan media internet dan MGMP.