Tugas Akhir Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PEMANFAATAN LAYANAN SIRKULASI MANDIRI BERBASIS RFID DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS JEMBER

Nur Sya'baniah

Abstrak


ABSTRAK

 

Syabaniah, Nur. 2016. Pemanfaatan Layanan Sirkulasi Mandiri Berbasis RFID di UPT Perpustakaan Universitas Jember. Tugas Akhir, Jurusan Sastra, Fakultas Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Martutik, M.Pd, (II) Drs. Dwi Sugianto, M.Pd.

 

Kata kunci: layanan sirkulasi mandiri, Radio Frequency Identification, perpustakaan perguruan tinggi

 

Layanan sirkulasi mandiri berbasis RFID membuat layanan sirkulasi menjadi mudah dan cepat. RFID memungkinkan pemustaka untuk melakukan layanan sirkulasi secara mandiri tanpa bantuan pustakawan.

Tujuan penulisan tugas akhir ini untuk mendeskripsikan layanan sirkulasi mandiri berbasis RFID di UPT Perpustakaan Universitas Jember; untuk mendeskripsikan hambatan dalam pemanfaatan layanan sirkulasi mandiri berbasis RFID di UPT Perpustakaan Universitas Jember.

Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ini adalah observasi dan wawancara. Data dalam penelitian ini berupa pemanfaatan layanan sirkulasi mandiri berbasis RFID dan hambatan dalam pemanfaatan layanan sirkulasi mandiri berbasis RFID di UPT Perpustakaan Universitas Jember. Informan dalam pengumpulan data ini adalah 2 orang pemustaka dan 3 orang pustakawan. Waktu wawancara dan observasi dilaksanakan selama Praktik Kerja Lapangan yaitu pada tanggal 21 Desember 2015-12 Februari 2016.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa layanan sirkulasi mandiri di UPT Perpustakaan Universitas Jember belum berjalan secara efektif. Hal ini disebabkan adanya beberapa hambatan yang terjadi. Ada tiga hambatan yang dialami pemustaka dalam pemanfaatan layanan sirkulasi mandiri berbasis RFID berikut. Pertama, hambatan yang berasal dari internal pemustaka yaitu pemustaka lupa dan mengabaikan cara melakukan peminjaman dan pengembalian secara mandiri pada saat pendidikan pemakai diberikan. Kedua, hambatan yang berasal dari antarpemustaka yaitu terjadi antrian dalam proses peminjaman koleksi yang disebabkan oleh pemustaka sebelumnya mengalami kesulitan dalam melakukan peminjaman dan pengembalian secara mandiri. Selain itu, antrian pemustaka yang sedang melakukan peminjaman mengganggu kenyamanan pemustaka lainnya dalam  membaca koleksi. Ketiga, hambatan yang berasal dari lingkungan, yaitu (1) Software SirsiDynix version 3.5. tidak mendukung sistem berbasis RFID, sehingga kedua sistem berjalan sendiri-sendiri. (2) Mahalnya Maintenance software dalam kegiatan otomasi perpustakaan. (3) Kurangnya pengetahuan pustakawan mengenai perkembangan teknologi informasi di bidang perpustakaan.