Tugas Akhir Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERILAKU PEMUSTAKA DALAM MENGAKSES INFORMASI DI PERPUSTAKAAN SMK NEGERI 4 MALANG

Riyang Sekarsari Abidin

Abstrak


ABSTRAK

 

Abidin, Riyang Sekarsari. 2016. Perilaku Pemustaka dalam Mengakses Informasi di Perpustakaan SMK Negeri 4 Malang. Tugas Akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd, (II) Drs. Moch. Asrukin, M.Si.

 

Kata kunci: perilaku pencarian informasi, pemustaka, perpustakaan sekolah

 

Perilaku pemustaka dalam mengakses informasi adalah suatu perilaku yang muncul akibat dari dorongan pemenuhan kebutuhan akan informasi yang dialami oleh pemustaka. Kebutuhan tersebut muncul karena pemustaka merasakan kekurangan akan pengetahuan yang dimiliki mengenai topik tertentu dan berkeinginan untuk mengatasinya. Perilaku akses informasi dimulai dari penentuan topik yang ingin dicari hingga tahap akhir dimana informasi yang telah terkumpul dan diolah tersebut dipergunakan dan memenuhi kebutuhan pemustaka.

Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku pemustaka dalam mengakses informasi di perpustakaan SMK Negeri 4 Malang dan mengetahui hambatan yang dihadapi serta solusi yang diambil pemustaka untuk mengatasinya selama mengakses informasi di perpustakaan SMK Negeri 4 Malang.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data dalam pengumpulan data yang diperoleh berupa perilaku pemustaka dan hambatan yang dihadapi serta solusinya dalam mengakses informasi di perpustakaan SMK Negeri 4 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket dan wawancara. Responden dalam penelitian ini adalah pemustaka perpustakaan SMK Negeri 4 Malang berjumlah 50 orang untuk metode angket dan 10 orang untuk metode wawancara. Pengambilan data dilakukan penulis pada bulan April 2016.

Berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data, kegiatan akses informasi yang dominan dilakukan responden meliputi, starting dengan bertanya kepada orang lain. Chaining tidak dilakukan dan langsung mencari koleksi sesuai topik yang dibutuhkan. Browsing dengan langsung mencari ke rak koleksi karena pemanfaatan katalog perpustakaan yang tidak optimal. Differentiating dilakukan dengan membaca sebagian isi dari koleksi. Monitoring dilakukan melalui media cetak maupun noncetak. Extracting dilakukan setelah membaca topik-topik yang dibutuhkan atau dengan membaca keseluruhan isi koleksi. Verifiying dilakukan dengan perbandingan dengan literatur lain dengan topik sejenis. Ending dilakukan dengan langsung menggunakan informasi yang diperoleh tersebut sesuai kebutuhannya. Hambatan dan solusi yang mendominasi responden dalam mengakses informasi meliputi, hambatan dari dalam individu adalah sulitnya memahami topik yang akan dicari, dan solusinya adalah mendalami topik yang dicari dengan lebih sering membaca kembali dan bertanya kepada orang lain. Hambatan dari antar individu yaitu tidak tersedianya koleksi yang dibutuhkan karena telah dipinjam, solusinya dengan mencari koleksi lain dengan topik sejenis, dan menunggu koleksi kembali tersedia. Hambatan berasal dari lingkungan adalah keterbatasan waktu, solusinya adalah memaksimalkan waktu dalam mengakses informasi, atau mengakses informasi di tempat atau dengan sarana lain.