Tugas Akhir Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pemaknaan Tunjangan Profesi Pendidik, Kepuasan Kerja, Kompetensi Profesional, Kompetensi Pedagogik, dan Komitmen Organisasi terhadap Perilaku Positif Guru Bersertifikasi di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar

Suhartono Tono

Abstrak


ABSTRAK

 

Suhartono, 2015. Pengaruh Pemaknaan Tunjangan Profesi Pendidik, Kepuasan Kerja, Kompetensi Profesional, Kompetensi Pedagogik, dan Komitmen Organisasi terhadap Perilaku Positif Guru Bersertifikasi di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Program Studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof Dr. HendyatSoetopo, M.Pd, (II) Prof Dr. Wahjoedi, M.E., M.Pd, dan (III) Prof Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd

 

Kata kunci : pemaknaan tunjangan profesi pendidik, kepuasan kerja, kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, komitmen organisasi, dan perilaku positif guru bersertifikasi.

 

Tunjangan profesi pendidik, yang lebih dikenal dengan istilah sertifikasi guru bertujuan untuk (a) menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran danmewujudkan tujuan pendidikan nasional, (b) meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan, (c) meningkatkan martabat guru, dan (d) meningkatkan profesionalitas guru.Sedangkan manfaat sertifikasi guru diantaranya (a) melindungi profesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten, yang dapat merusak citra profesi guru, (b) melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak  profesional, dan (c) meningkatkan kesejahteraan guru. Namun, bagaimana seorang guru dapat memaknai tunjangan profesi pendidik terhadap esensi tujuan pembelajaran ditinjau dari kepuasan kerja, kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, komitmen organisasi, dan perilaku positif guru.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pengaruh pemaknaan tunjangan profesi pendidik, kepuasan kerja, kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, komitmen organisasi terhadap perilaku positif guru bersertifikasi dan perbedaan pengaruh pemaknaan tunjangan profesi pendidik berdasarkan pada jenjang pendidikan di lingkungan dinas pendidikan kabupaten Blitar.

Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasional dan kausal komparatif dengan pendekatan kuantiatif dengan menggunakan unit analisis individual, dimana semua variabel diukur dari subjek penelitian sebagai individu. Dilihat dari periode waktunya, penelitian ini merupakan penelitian Cross Sectional, dimana pemerolehan data dari responden dalam penelitian ini hanya dilakukan pada periode waktu yang tertentu (data are gathered just once). Populasi penelitan ini adalah guru pada jenjangpendidikandasar (SD)danjenjangpendidikanmenengah (SMP, SMA/SMK) yang telah bersertifikasi sejumlah 5.726 guru. Sedangkan teknikpengambilansampel, yaituproportional random samplingsejumlah 274 guru bersertifikasi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket berdasarkan indikator yang telah dijabarkan dari definisi operasional variabel. Kuesioner yang dikembangkan berupa sekumpulan pertanyaan tertutup yang masing-masing butirnya memuat lima item alternatif jawaban. Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Structual Equation Modeling (SEM), yang merupakan teknik analisis gabungan antara analisis faktor dan analisis regresi dan penerapannya dilakukan secara simultan. Berdasarkan skema hubungan antar variabel dapat dilihat ada variabel intervening kepuasan kerja, kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, dan komitmen organisasi yang mengantarai hubungan antara variabel latent eksogen terhadap variabel endogen akhir (perilaku positif).Selanjutnya untuk melakukan Uji Beda menggunakan Uji Persamaan Regresi dengan tehnik Chow Test. Untuk menganalisis data tersebut, dipergunakan program aplikasi statistik Linear Structural Relations (LISREL) 8.30 for Windows NT.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh pemaknaan tunjangan profesi pendidik terhadap kepuasan kerja, kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, komitmen organisasi dan perilaku positif guru bersertifikasi, (2) ada pengaruh antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap perilaku positif guru bersertifikasi, (3) tidak ada pengaruh kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik terhadap perilaku positif guru bersertifikasi, (4) ada pengaruh tidak langsung antara pemaknaan tunjangan profesi pendidik terhadap perilaku positif guru melalui kepuasan kerja, dan komitmen organisasi, dan (5) ada perbedaan pemaknaan tunjangan profesi pendidik, kepuasan kerja, kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, komitmen organisasi terhadap perilaku positif guru di lingkungandinaspendidikankabupatenBlitarberdasarkanpadajenjangpendidikan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang diharapkan oleh peneliti kepada Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan, dinas pendidikan kabupaten Blitar, kepala sekolah dan guru adalah perlunya merancang program sampai pada pelaksanaan monitoring dan evaluasi kepada guru bersertifikasi guru dalam meningkatkan kompetensi, khususnya kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional yang juga diharapkan memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja dan komitmen organisasi bagi guru, sehingga guru mampu mengembangkan keprofesian berkelanjutan. Saran bagi peneliti lain dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi dan kajian teori untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan mendalam.