Tugas Akhir Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pelaksanaan Evaluasi Pengembangan Koleksi PadaPerpustakaan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang

Milla Navi' Zahrona

Abstrak


ABSTRAK

 

Zahrona, Milla Navi’. 2014. Pelaksanaan Evaluasi Pengembangan Koleksi PadaPerpustakaan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Tugas Akhir, Prodi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Pratiwi M.Pd, (II) Sokhibul Ansor, S.Sos, M.Hum.

 

Kata Kunci: evaluasi, penyiangan, stock opname, Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang

 

Kebijakan koleksi suatu perpustakaan harus disesuaikan dengan kurikulum dan visi misi setiap lembaga yang menaunginya. Dengan adanya evaluasi pengembangan perpustakaan maka akan diketahui seberapa lengkapnya bahan koleksi yang tersedia di perpustakaan guna melengkapi kebutuhan penggunanya. Evaluasi dapat menjadi acuan bahwa perpustakaan berperan sebagai penyedia informasi.

Pada Tugas Akhir ini dibahas tentang Pelaksanaan Evaluasi Pengembangan Koleksi Pada Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Tujuan dari penulisan ini meliputi: (1) mengetahui pelaksanaan evaluasi pengembangan koleksi dengan menggunakan metode penyiangan Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang; dan (2) mengetahui pelaksanaan evaluasi pengembangan koleksi dengan menggunakan metode stock opname di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan data penelitian yang diperoleh dari hasil wawancara.

Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari hasil wawancara, dapat diketahui bahwa penyiangan yang dilaksanakan pada Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang sebagai berikut. Pertama, penyiangan pada Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang dilakukan sekali dalam setahun. Kedua, ketua perpustakaan memimpin penyiangan dengan dibantu oleh seluruh petugas perpustakaan. Ketiga, prosedur yang dilakukan dalam melakukan penyiangan yakni seperti berikut: (a) buku dipilih/dikelompokkan pada tempat khusus/rak bagian bawah; (b) buku diambil; (c) buku digudangkan; (d) buku baru dimasukkan ke dalam rak. Keempat, kondisi bahan koleksi yang akan disiangi yakni buku judul lama dan buku rusak berat. Kelima, tidak ada anggaran dalam melakukan penyiangan.Stock opname yang dilaksanakan pada Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang sebagai berikut. Pertama, prosedur stock opname pada Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang yakni seperti berikut: (a) perpustakaan tutup selama dua hari; (b) memilih dan mengelompokkan bahan koleksi ke dalam rak; (c) merekapitulasi jumlah hasil stock opname dengan jumlah yang ada pada inventaris. Kedua, ketua perpustakaan memimpin stock opname dengan dibantu oleh seluruh petugas perpustakaan. Ketiga, stock opname pada Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang dilakukan 2 kali dalam setahun tetapi dilakukan hanya karena diminta oleh tim audit yang datang ke perpustakaan untuk melihat kondisi perpustakaan. Keempat, tidak ada data awal sebelum dilakukan stock opname, namun ada data akhir setelah melakukan stock opname.

Saran untuk evaluasi pengembangan koleksi Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang yaitu: (1) Kepada Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang disarankan untuk membuat struktur organisasi khusus perpustakaan agar manajemen perpustakaan dapat terealisasikan dengan baik; (2) Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang disarankan secara aktif melibatkan dosen dalam proses penyiangan; (3) Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang disarankan untuk mendata hasil dari penyiangan dan stock opname; (4) Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang disarankan membuat kriteria penyiangan koleksi secara tertulis; (5) Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang disarankan menyiapkan anggaran khusus untuk penyiangan koleksi; (6) Pustakawan disarankan untuk lebih mendalami prosedur tentang penyiangan dan juga stock opname bahan koleksi. Agar nantinya perpustakaan memperoleh data yang valid hasil dari penyiangan dan stock opname; (7) Petugas perpustakaan disarankan untuk menata bahan koleksi sesuai dengan urutan nomor klasifikasi guna untuk memudahkan pencarian bahan koleksi di rak dan juga proses penyiangan; dan (8) Petugas perpustakaan disarankan untuk menambah tempat khusus untuk meletakkan buku yang telah dibaca. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah petugas perpustakaan saat melakukan shelving bahan koleksi agar koleksi dapat tertata dengan rapi.